Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Audit Stadion Kanjuruhan, Menteri PUPR Berikan 7 Poin Rekomendasi

Kompas.com - 13/10/2022, 15:43 WIB
Suci Rahayu,
Ferril Dennys

Tim Redaksi

MALANG, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono melakukan audit teknis terhadap Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Kamis (13/10/2022) siang WIB.

Pada audit itu, ia menyebut ada tujuh poin rekomendasi. Stadion Kanjuruhan mendapat perhatian khusus usai terjadi Tragedi Stadion Kanjuruhan yang menewaskan 132 orang.

Pemerintah pun berniat untuk melakukan perbaikan fasilitas stadion yang dipakai kandang Arema FC itu.

"Jadi, ada tujuh rekomendasi," kata menteri berusia 67 tahun. 

"Yang tiga berhubungan langsung dengan kejadian kecelakaan. Yang keseluruhan tujuh itu akan kita gunakan tugas kelanjutan presiden merekap dan merenovasi total Stadion Kanjuruhan ini," imbuhnya.

Baca juga: Jokowi Akan Terima Laporan TGIPF Tragedi Kanjuruhan Jumat Besok

Menurut Basuki Hadimuljono, tiga rekomendasi teknis yang terkait dengan Tragedi Kanjuruhan adalah tangga pada tribune ekonomi yang tidak ada.

Selanjutnya, ia melihat pintu keluar dan masuk yang cocok untuk situasi darurat.

"Yang ketiga, tidak ada pintu darurat. Yang ada pintu servis. Ada enam pintu yang bisa untuk ambulans, kebakaran, dan sebagainya. Tetapi tidak bisa diakses oleh penonton di tribun," tuturnya.

Selain tiga aspek tersebut, ada empat temuan lain yang didapat ia dan timnya. Empat aspek tersebut antara lain penerangan, kamar kecil, pagar pembatas lapangan, dan perimeter di luar stadion.

"Jadi penonton dari mobil, langsung bleng begitu saja masuk di pintu. Tidak seperti di stadion lain, di Manahan misalnya. Di Patriot Bekasi juga. Apalagi di Gelora Bung Karno," pungkas menteri asal Surakarta.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com