Persis Solo Tunggak Gaji Lebih dari Rp 2 Miliar, APPI Ajukan Gugatan

Kompas.com - 13/08/2021, 19:05 WIB
Striker asing Persib Bandung, menyepak bola mengarah ke gawang dalam laga uji coba Persis Solo vs Persib Bandung di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (15/2/2020). KOMPAS.com/MOCHAMAD SADHELIStriker asing Persib Bandung, menyepak bola mengarah ke gawang dalam laga uji coba Persis Solo vs Persib Bandung di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (15/2/2020).

KOMPAS.com - Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) mengirimkan gugatan kepada Persis Solo melalui NDRC Indonesia atas tunggakan gaji belasan pemain yang belum dibayarkan, Jumat (13/8/2021).

Persis Solo diketahui memiliki tunggakan gaji kepada 18 pemainnya. Para pemain pun telah melaporkan tunggakan tersebut kepada APPI.

Akan tetapi, APPI hanya bisa mengirimkan tujuh gugatan dari 18 pemain yang gajinya belum dibayarkan Persis tersebut.

Baca juga: Persib Lepas Ferdinand Sinaga ke Persis dengan Status Transfer

APPI hanya dapat mengajukan gugatan terhadap tujuh dari total 18 pemain dikarenakan hanya tujuh orang tersebutlah yang memiliki salinan dari kontrak mereka dengan Persis.

Sebanyak 11 pemain lainnya tidak memiliki salinan kontrak dan tidak mendapatkan akses untuk meminta salinan tersebut dari pihak klub.

Adapun total tunggakan gaji tujuh pemain klub Liga 2 tersebut mencapai Rp 2.332.900.000.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Oleh karena itu, mereka tidak dapat mengajukan gugatan atas kasus tunggakan gaji melalui NDRC, selaku organisasi yang mewadahi penyelesaian masalah dan sengketa yang berhubungan dengan sepak bola.

Hal tersebut telah diatur dalam regulasi FIFA, Circular no 1171/2008 mengenai Standar Minimum Kontrak Pesepakbola Profesional Poin 1.2.

Baca juga: Liga 1 Mendekat, Persib Tak Lagi Berniat Lepas Pemain

"Each signatory party must receive a copy of the contract and one copy has to be forwarded to the Professional League and / or Member Association for registration according to the provisions of the competent football body," tulis bunyi peraturan tersebut.

Pada peraturan itu disebutkan dengan jelas bahwa setiap pihak yang tercantum pada kontrak diharuskan untuk memiliki salinan atas kontrak tersebut.

Salinan sama juga harus dikirimkan kepada badan yang berwenang dalam penyelenggaraan kompetisi, dalam hal ini yaitu PSSI dan PT LIB sebagai operator liga.

"Bukan hanya klub Persis Solo, masih banyak pesepak bola yang tidak memiliki salinan kontraknya, seperti Mitra Kukar dan PSM Makassar," kata Executive Committee APPI, Riyandi Angki, dalam jumpa pers virtual yang juga dihadiri Kompas.com, Jumat siang WIB.

Baca juga: Liga 1 2021 Resmi Diluncurkan, Lokasi Pertandingan Akan Diumumkan Kemudian

"APPI berharap peraturan ini dapat ditaati oleh seluruh klub profesional di Indonesia, baik di Liga 1 ataupun Liga 2."

"Karena dengan tidak adanya salinan kontrak, selain melanggar peraturan FIFA, hal ini juga sangat merugikan bagi pesepak bola karena tidak dapat melakukan penyelesaian atas kasusnya melalui NDRC," jelasnya.

Adapun tunggakan Persis Solo terjadi di bawah manajemen terdahulu dan bukan era kepemilikan putra Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep.

Kaesang Pangarep sendiri baru menjadi pemiliki Persis dengan saham mayoritas 40 persen pada Maret 2021.

Ia mengakuisisi Persis bersama dengan Kevin Nugroho yang mengambil 30 persen dan Menteri BUMN Erick Thohir memegang 20 persen.

Sebanyak 10 persen saham sisa Persis Solo masih dimiliki oleh para pendiri PT PSS dan 26 tim internal.

Baca juga: Jelang Liga 1 dan Liga 2, 8 Klub Belum Bayar Tunggakan Gaji Pemain

Kendati terjadi peralihan manajemen klub, APPI menekankan bahwa hutang piutang penanggung jawab lama harus diselesaikan oleh manajemen baru.

Manajemen baru tidak bisa menghilangkan tanggung jawab atas kewajiban dari penanggung Jawab dan manajemen yang lama.

APPI pun berharap akan ada penyelesaian segera atas tunggakan gaji pemain Persis, pun demikian dengan klub-klub lain yang belum membayarkan hak para pemainnya.

"Mengingat kompetisi yang akan segera bergulir kurang dari tiga minggu lagi, APPI mengingatkan untuk klub-klub tersebut agar dapat melunasi tunggakannya," ujar wakil Presiden APPI, Andritany Ardhiyasa.

"Hal itu demi menghindari sanksi berupa larangan untuk mendaftarkan pemain baru untuk 3 periode transfer yang mengakibatkan klub tersebut tidak dapat mengikuti kompetisi."

Liga 1 sendiri dijadwalkan akan berlangsung mulai 27 Agustus mendatang dan Liga 2 kabarnya dihelat dua pekan kemudian.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.