Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 20/07/2021, 07:40 WIB

KOMPAS.com - Legenda AC Milan, Gennaro Gattuso, mengaku sangat kecewa setelah gagal menjadi pelatih Tottenham Hotspur.

Gattuso mulai dikaitkan dengan Tottenhan Hotspur setelah resmi meninggalkan Fiorentina pada 17 Juni 2021.

Kepastian Gattuso meninggalkan Fiorentina saat itu menggemparkan jagat sepak bola dunia khususnya di Italia.

Sebab, Gattuso sebenarnya baru diresmikan Fiorentina sebagai pelatih anyar pada 25 Mei 2021.

Itu artinya, kerja sama antara Gattuso dan Fiorentina hanya berlangsung selama kurang lebih 23 hari.

Baca juga: Bagaimana Nasib Bale di Tottenham Hotspur? Ini Kata Nuno Espirito

Gattuso dikabarkan memutuskan meninggalkan Fiorentina karena tidak sepakat dengan Rocco Comisso (presiden tim) dan Giancarlo Antogoni (manajer tim) soal rencana transfer.

Rumor lain yang beredar adalah Gattuso dikabarkan sudah melakukan negosiasi dengan Tottenham Hotspur sebelum meninggalkan Fiorentina.

Rumor tersebut beredar setelah Tottenham Hotspur menunjuk Fabio Paratici untuk mengisi posisi Direktur Olahraga tim.

Meski sudah melakukan negosiasi, Tottenham Hotspur pada akhirnya batal merekrut Gattuso.

Salah satu faktor penyebab Tottenham batal merekrut Gattuso adalah desakan dari para fans.

Fans Tottenham Hotspur dikabarkan sangat tidak setuju dengan kedatangan Gattuso.

Hal itu dibuktikan dari tagar #NoToGattuso yang sempat viral di sosial media setelah Tottenham dikaitkan dengan Gattuso.

Selain karena trek rekor yang kurang meyakinkan, fans Tottenham dikabarkan juga tidak suka dengan masa lalu Gattuso soal komentar bernada rasialisme atau seksis.

Baca juga: Pelatih Baru Tottenham Angkat Bicara soal Rumor Transfer Harry Kane

Terkait kegagalannya menjadi pelatih Tottenham, Gennaro Gattuso mengaku sangat kecewa.

Gattuso kecewa terutama karena dirinya dituduh pernah membuat pernyataan bernada rasialisme atau seksis.

"Ini adalah kekecewaan terbesar saya (batal menjadi pelatih Tottenham). Sebab, saya tidak bisa membela diri dari tuduhan publik Inggris," kata Gattuso dikutip dari situs Football Italia.

"Saya harus menerima cerita yang lebih menyakitkan daripada kekalahan atau pemecatan. Sekarang kami memahami bahwa internet ternyata sangat berbahaya," ucap Gattuso.

"Kebencian dan tuduhan itu berasal dari Facebook atau Twitter. Sosial media telah memberi kekuatan kepada siapa saja untuk mengarang cerita palsu," tutur Gattuso.

"Sampai sekarang, saya tidak memiliki sosial media dan saya tidak menginginkan itu. Begitu juga istri saya, Monica," ujar Gattuso.

"Mengapa saya harus membiarkan mereka menghina saya? Saya bahkan tidak punya Instagram. Saya tidak mengerti mengapa saya harus memberi tahu semua orang ketika saya meminum sebotol anggur," ucap Gattuso.

"Ini adalah kehidupan saya. Anak-anak saya Gabriela dan Francesco tahu akan akan hal itu," tutur mantan pelatih Napoli itu menambahkan.

Baca juga: Jadwal Liga Inggris, Tersaji Duel Tottenham Vs Man City di Pekan Perdana

Lebih lanjut, Gattuso juga tidak mau menceritakan detail alasan di balik keputusannya meninggalkan Fiorentina setelah 23 hari.

"Saya tidak mau membicarakan itu karena memang sudah tidak berguna lagi," kata Gattuso.

"Saya sudah melupakan cerita itu. Begitu juga dengan cerita-cerita lainnya (kegagalan melatih Tottenham)," tutur Gattuso menambahkan.

Setelah batal merekrut Gattuso, Tottenham memutuskan untuk menunjuk mantan pelatih Wolverhampton Wanderers, Nuno Espirito Santo.

Tottenham memutuskan untuk mengontrak pelatih asal Portugal itu selama dua tahun sampai 30 Juni 2023.

Tugas utama Nuno Espirito Santo saat ini adalah meyakinkan kapten timnas Inggris, Harry Kane, untuk bertahan di Tottenham.

Sejak akhir musim lalu, Harry Kane terus diberitakan ingin hengkang meskipun masih terikat kontrak dengan Tottenham sampai 30 Juni 2024.

Manchester City hingga Chelsea menjadi dua tim yang kini terus dikaitkan dengan Harry Kane.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+