Kompas.com - 11/07/2021, 07:40 WIB
Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, memantau sesi latihan timnya di Stadion GBLA, Kota Bandung, Kamis (10/6/2021). KOMPAS.com/SEPTIAN NUGRAHAPelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, memantau sesi latihan timnya di Stadion GBLA, Kota Bandung, Kamis (10/6/2021).

BANDUNG, KOMPAS.com - Persib Bandung mulai menyusun kembali rencana persiapan menghadapi Liga 1 2021. Maung Bandung tengah menghentikan sementara sesi latihan kolektif karena penerapan PPKM Darurat Jawa-Bali.

Kebijakan itu diterapkan demi menekan laju penyebaran Covid-19 yang dalam beberapa pekan terakhir mengalami lonjakan pesat secara eksponensial.

Meski sesi latihan tim ditiadakan, para pemain Persib tetap diwajibkan menjalani program latihan mandiri.

Program tersebut pun dipantau ketat oleh tim pelatih. Setiap pemain wajib mengirimkan laporan hasil latihan tersebut.

Pelatih Persib, Robert Rene Alberts berharap, Maung Bandung bisa kembali menjalani sesi latihan tim pada akhir Juli setelah PPKM berakhir pada 20 Juli 2021.

"Tentunya, rencana saya adalah untuk bisa kembali menggelar latihan. Ketika PPKM berakhir, kami akan langsung kembali berlatih secara normal di dalam situasi yang juga normal," kata Alberts kepada wartawan, Sabtu (10/7/2021).

Baca juga: Robert Alberts Tegaskan Boaz Solossa Tak Masuk Daftar Bidikan Persib

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut kabar, PT Liga Indonesia Baru (LIB), selaku operator kompetisi sepak bola Indonesia berencana menggulirkan kompetisi pada akhir Agustus.

Alberts tidak ada masalah dengan rencana tersebut. Terpenting, kompetisi bisa digelar.

Pelatih asal Belanda itu juga meminta agar kepastian jadwal penyelenggaraan Liga 1 2021 segera dirilis.

Selambat-lambatnya jadwal dirilis pada pertengahan Agustus agar para pemain bisa lebih merasa tenang, setelah adanya kepastian tanggal bergulirnya kompetisi.

"Masa PPKM rencananya akan berakhir pada 20 Juli. Dua hingga empat pekan setelah itu, saya berharap liga bisa sesegera mungkin digelar. Jangan sampai hingga pertengahan Agustus karena pemain dan ofisial sudah merasa frustasi," tegas Alberts.

Alberts mengatakan lonjakan kasus virus corona di Indonesia seharusnya tidak memengaruhi kegiatan kompetisi sepak bola.

Baca juga: Kondisi Membaik, Kiper Persib Teja Paku Alam Mulai Latihan Mandiri

Menurut pelatih 66 tahun itu, kompetisi sejatinya masih ideal untuk digelar meski kasus penyebaran virus corona meningkat.

Pasalnya, seluruh pertandingan di kompetisi digelar tanpa penonton.

Selain itu, protokol kesehatan (prokes) juga pastinya akan diterapkan dalam setiap laga. Sehingga, penyelenggaraan kompetisi tidak akan menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

"Covid masih akan ada, begitu juga masa karantina. Akan tetapi, sepak bola masih bisa digelar karena saya tidak melihat adanya hubungan langsung antara masa PPKM dan sepak bola dalam artian kami bertanding tanpa penonton, dan tetap menerapkan prokes yang ketat," ungkap Alberts.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.