Kompas.com - 29/05/2021, 19:00 WIB
Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, saat memimpin sesi latihan timnya di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kamis (8/4/2021). Robert Alberts sukses mengantarkan Persib ke semifinal Piala Menpora 2021. KOMPAS.com/SEPTIAN NUGRAHAPelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, saat memimpin sesi latihan timnya di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kamis (8/4/2021). Robert Alberts sukses mengantarkan Persib ke semifinal Piala Menpora 2021.

BANDUNG, KOMPAS.com - Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, tampak kurang setuju bila penyelenggaraan Liga 1 2021 dipusatkan di Pulau Jawa dengan format bubble.

Pelatih asal Belanda sejatinya belum mau berspekulasi soal format dan sistem kompetisi musim ini. Sebab, semua masih sebatas wacana.

Akan tetapi, dia beropini, bila kompetisi dipusatkan hanya di satu daerah maka akan terasa kurang adil untuk sebagian klub, terutama yang berasal dari luar Pulau Jawa.

"Ya saya mendengar kabar tersebut. Tetapi itu baru sebatas rumor dan saya tidak mau berspekulasi, kita lihat bagaimana kabar resminya. Tapi opini saya soal itu tentu tidak adil bagi sebagian tim dari luar Jawa," kata Alberts kepada wartawan, Sabtu (29/5/2021).

Baca juga: Bek Timnas U19 Bayu Fiqri Antusias Menatap Musim Debut Bersama Persib

"Perjalanan sudah kembali normal lagi sejak vaksin sudah dilakukan. Jadi saya tidak bisa melihat alasan kenapa kami tidak bisa bermain di kandang," sambung dia.

PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) tengah merumuskan format dan sistem terbaik untuk diterapkan di Liga 1 2021. Hal tersebut disebabkan karena kompetisi akan berjalan di tengah pandemi virus corona.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Oleh karena itu, protokol kesehatan yang ketat menjadi aspek utama yang harus diperhatikan dalam penyelenggaraan kompetisi di tengah pandemi seperti saat ini.

Salah satu wacana yang mengemuka adalah, sentralisasi seluruh pertandingan di Pulau Jawa. Alasannya, karena infrastruktur sepak bola di Pulau Jawa cukup mumpuni.

Selain itu kompetisi pun akan diselenggarakan dengan format bubble. Artinya, ada kemungkinan kompetisi akan berlangsung dengan sistem serupa turnamen seperti Piala Menpora 2021.

"Tapi seperti yang saya katakan, mari kita lihat apakah rumor ini terkonfirmasi atau tidak nantinya. Tapi secara pribadi saya tidak mendukung ini karena semua punya hak untuk berada di lingkungannya sendiri," ungkap Alberts.

Lebih lanjut, Alberts juga mempertanyakan soal keberlangsungan turnamen domestik. Sebab sejauh ini, PSSI dan PT LIB cenderung lebih fokus pada penyelenggaraan kompetisi, sementara turnamen domestik agak diabaikan.

Menurut Alberts, turnamen domestik merupakan salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan kompetisi. Terutama bagi klub, dalam penentuan targetnya selama satu musim kompetisi.

"Dan saya juga selalu bertanya hal yang sama, dimana Piala FA (turnamen domestik)," tegas Alberts.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.