Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Persebaya Tidak Tanggapi Serius Polemik Regulasi Baru yang Bikin Gaduh

Kompas.com - 08/05/2021, 13:00 WIB
Suci Rahayu,
Firzie A. Idris

Tim Redaksi

SURABAYA, KOMPAS.com - Persebaya Surabaya enggan tanggapi serius isu yang sedang panas mengenai rumor regulasi baru Liga 1 2021. Sejauh ini tim berjuluk Bajul Ijo tersebut tetap tenang sambil menunggu keputusan resmi PSSI dan PT LIB.

Belakangan, ada dua isu yang menciptakan kegaduhan yakni perihal usulan penghapusan degradasi untuk musim 2021 serta perampingan kuota pemain asing menjadi 2+1 (dua pemain asing bebas dan satu dari Asia).

Isu-isu tersebut membuat partisipan Liga 1 terpecah menjadi dua kubu berdasarkan pro dan kontra terhadap masing-masing kebijakan.

Menanggapi hal tersebut, Manajer Persebaya Surabaya, Chandra Wahyudi, menjelaskan hingga saat ini PSSI dan PT LIB belum membuka komunikasi perihal isu-isu tersebut kepada klub.

Baca juga: Pesan Aji Santoso kepada Pemain Persebaya Saat Libur Lebaran

 

Ia memang mengakui sempat ada obrolan antar klub mengenai isu-isu tersebut.

Namun, komunikasi tersebut dikatakan hanya bersifat obrolan "warung kopi" antarmanajer klub yang punya pandangan berbeda.

Pada akhirnya, semua kegaduhan yang terjadi baru sekadar isu sampai PSSI dan PT LIB memutuskan.

“Belum ada komunikasi sama sekali dengan klub. Karena belum ada komunikasi, jadi klub panduannya aturan musim lalu yang 3+1,” kata Candra Wahyudi.

“Belum ada sama sekali dari PSSI dan juga LIB selaku operator ke klub terkait dengan regulasi pemain asing di kompetisi. Memang itu wacana-wacana saja, karena memang belum ada jadi acuan kami masih musim sebelumnya,” imbuhnya.

Baca juga: Teco Sebut Perampingan Kuota Pemain Asing Bakal Turunkan Kualitas Liga 1

Candra Wahyudi menjelaskan Persebaya Surabaya terakhir berkomunikasi dengan PSSI dan PT LIB usai Piala Menpora 2021.

Pada agenda yang dipaparkan pun tidak disinggung masalah regulasi baru.

“Komunikasi kami terakhir dengan PSSI dan LIB, mereka masih mengupayakan untuk mendapatkan izin (kompetisi) dulu. Izin tertulis baru klub diajak komunikasi.”

“Kami berharap setelah Piala Menpora sudah ada (izin), tapi ternyata setelah Piala Menpora masih belum ada. Ya, mungkin mereka masih bekerja keras untuk mendapatkan itu,” pungkasnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kurniawan Dwi Yulianto Menikmati Perkembangan Timnas Indonesia di Piala Asia U23

Kurniawan Dwi Yulianto Menikmati Perkembangan Timnas Indonesia di Piala Asia U23

Timnas Indonesia
Pengamat Australia Sorot Kemenangan Impresif Timnas U23 Indonesia

Pengamat Australia Sorot Kemenangan Impresif Timnas U23 Indonesia

Timnas Indonesia
Pengamat Tanah Air Bedah Kans Timnas U23 Indonesia di Semifinal

Pengamat Tanah Air Bedah Kans Timnas U23 Indonesia di Semifinal

Timnas Indonesia
Uber Cup 2024, Indonesia Vs Hong Kong Tanpa Apriyani/Fadia

Uber Cup 2024, Indonesia Vs Hong Kong Tanpa Apriyani/Fadia

Badminton
Alasan Staf STY Pilih Nyanyi Indonesia Raya Saat Lawan Korea Selatan

Alasan Staf STY Pilih Nyanyi Indonesia Raya Saat Lawan Korea Selatan

Timnas Indonesia
Pelatih Uzbekistan Amati Indonesia, Garuda Tahu Cara Ladeni Tim Besar

Pelatih Uzbekistan Amati Indonesia, Garuda Tahu Cara Ladeni Tim Besar

Timnas Indonesia
Ernando Bersinar di Timnas U23 Indonesia, Kekaguman dari Pelatih Persebaya

Ernando Bersinar di Timnas U23 Indonesia, Kekaguman dari Pelatih Persebaya

Timnas Indonesia
Siaran Langsung dan Live Streaming Thomas & Uber Cup 2024, Aksi Indonesia Dimulai

Siaran Langsung dan Live Streaming Thomas & Uber Cup 2024, Aksi Indonesia Dimulai

Badminton
Liverpool Dapatkan Pengganti Klopp, Arne Slot Sang 'Gila Kontrol'

Liverpool Dapatkan Pengganti Klopp, Arne Slot Sang "Gila Kontrol"

Liga Inggris
KFA Minta Maaf Usai Korsel Kalah dari Indonesia dan Gagal ke Olimpiade

KFA Minta Maaf Usai Korsel Kalah dari Indonesia dan Gagal ke Olimpiade

Internasional
Timnas Indonesia 'Dikepung' Juara Piala Asia U23, STY Minta Garuda Percaya

Timnas Indonesia "Dikepung" Juara Piala Asia U23, STY Minta Garuda Percaya

Timnas Indonesia
Timnas U23 Indonesia Jadi Kabar Gembira, Energi untuk Semua Atlet

Timnas U23 Indonesia Jadi Kabar Gembira, Energi untuk Semua Atlet

Timnas Indonesia
Leicester Promosi ke Premier League, Kans Tutup Musim dengan 100 Poin

Leicester Promosi ke Premier League, Kans Tutup Musim dengan 100 Poin

Liga Inggris
Trofi Liga Champions ke Indonesia, Morientes dan Vidic Turut Serta

Trofi Liga Champions ke Indonesia, Morientes dan Vidic Turut Serta

Sports
Timnas U23 Indonesia dan Olimpiade 2024, Mimpi dari Selembar Karton Putih

Timnas U23 Indonesia dan Olimpiade 2024, Mimpi dari Selembar Karton Putih

Timnas Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com