Kompas.com - 23/04/2021, 06:56 WIB
|

Turnamen yang digagas Menpora Zainudin Amali ini sekaligus menjadi uji coba pelaksanaan protokol pencegahan Covid-19 pada kompetisi sepak bola, khususnya menjelang penyelenggaraan musim Liga 1 2021.

Pada turnamen ini, semua pertandingan dilaksanakan tanpa penonton.

Ide menggelar turnamen sempat mendapatkan pertentangan dari sejumlah pihak. Salah satu yang bersuara lantang adalah Indonesia Police Watch (IPW).

Saat itu, Ketua Presidium IPW Neta S Pane meminta Kapolri tidak memberi izin pelaksanaan Piala Menpora 2021 karena status Covid-19 sebagai bencana nasional belum dicabut pemerintah.

"Sehingga, kedaruratan kesehatan masih tetap berlaku kendati saat ini Covid-19 sudah menurun," tutur Neta, Selasa (16/3/2021).

Pelaksana tugas (Plt) Sekjen PSSI Yunus Nusi menganggap kritik tersebut sebagai motivasi untk menyelenggarakan Piala Menpora secara baik dan maksimal.

"Tentunya dengan tetap mempertimbangkan protokol kesehatan yang ketat sesuai anjuran pemerintah, dan kami juga telah berkomitmen dengan para suporter sepak bola Tanah Air untuk menyuarakan gerakan menonton sepak bola di rumah saja," jelas Yunus.

"Kami akan terus melakukan evaluasi dalam masa persiapan pertandingan karena kami berharap gelaran Piala Menpora tahun ini bisa terlaksana dengan baik, aman, sukses, dan tentunya bisa menjadi solusi bahwa pertandingan sepak bola juga bisa dilaksanakan dengan tertib protokol kesehatan," tuturnya.

PSSI pun tidak sedang melakukan omong kosong. Mereka bersama PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai panitia pelaksana serius menjaga turnamen ini dari "serangan" virus corona. 

Sambutan Presiden RI Joko Widodo pada pembukaan IIMS Hybrid 2021.Screenshot Youtube IIMS_ID Sambutan Presiden RI Joko Widodo pada pembukaan IIMS Hybrid 2021.

Terlebih lagi, saat memimpin rapat terbatas untuk membahas laporan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 16 November 2020, Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa keselamatan rakyat di tengah pandemi Covid-19 saat ini merupakan hukum tertinggi.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.