Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kejar Lisensi Klub AFC, Persik Kediri Lepas Budi Sudarsono

Kompas.com - 10/02/2021, 20:40 WIB
Suci Rahayu,
Firzie A. Idris

Tim Redaksi

KEDIRI, KOMPAS.com - Persik Kediri resmi mengakhiri kerjasama dengan pelatih anyarnya, Budi Sudarsono. Manajemen tidak memperpanjang kontrak sang juru taktik yang akan habis pada akhir Februari ini.

Persik Kediri tengah melakukan evaluasi besar sebagai bentuk persiapan menyongsong Liga 1 2021.

Seluruh anggota tim musim 2020 yang tersisa mendapatkan evaluasi ulang dari manajemen, termasuk pelatih kepala Budi Sudarsono.

“Salah satunya yang kami evaluasi adalah tim pelatih,” kata Manajer Persik Kediri, Syarif Hidayatullah.

Baca juga: Nasib Liga 1 Temui Titik Terang, Persik Kediri Beri PR Baru Kepada PSSI

Persik Kediri tampak menyimpan asa untuk bisa lolos lisensi klub tahun ini. Sehingga, evaluasi kali ini berpedoman kepada standar lisensi klub AFC.

Demi mendapatkan pengakuan sebagai klub profesional oleh AFC, pelatih kepala kubu tersebut harus mengantongi lisensi AFC Pro.

Alhasil, dengan berat hati manajemen harus mengakhiri kerjasama dengan Budi Sudarsono yang masih mengantongi lisensi kepelatihan A AFC.

"Kita mau penuhi dari awal, sehingga tidak ada pekerjaan rumah di belakang," ungkapnya.

Manajemen sudah berkoordinasi dengan Budi Sudarsono. Mewakili Persik Kediri, Syarif Hidayatullah mengucapkan terima kasih kepada pelatih sekaligus legenda hidup Macan Putih tersebut.

Pelatih asal Ngino, Plemahan, Kabupaten Kediri tersebut pun menerima keputusan manajemen.

Baca juga: Keuangan Amburadul, Persik Minta Ketegasan PSSI dan Operator

Enam bulan terakhir menjadi pengalaman berharga untuknya.

Budi Sudarsono berharap siapapun pelatih selanjutnya bisa memberikan kebaikan kepada tim kebanggaan masyarakat Kediri tersebut.

“Semoga lebih maju dalam hal apapun,” kata pelatih berusia 41 tahun ini.

Selain itu dia juga menitip pesan supaya Persik Kediri tetap menjadi tim yang bisa menelurkan pemain-pemain berkualitas.

Warisan dan regenerasi tim jangan sampai putus.

“Jalang lupakan regenerasinya, harus tetap jalan,” pungkasnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com