Kompas.com - 23/01/2021, 18:00 WIB
Pemain muda Celta Vigo, Fran Beltran. LALIGAPemain muda Celta Vigo, Fran Beltran.

KOMPAS.com - Tindakan pemain muda Celta Vigo, Fran Beltran, menolak beberapa tawaran klub terbesar di Madrid terbukti benar. Bersama Vigo, ia kini menjadi salah satu bintang muda paling menjanjikan di LaLiga Santander.

Fran Beltran sempat menarik perhatian Real Madrid dan Atletico Madrid ketika ia baru berusia delapan tahun.

Ia pun memiliki anggota keluarga yang menjadi pemilik tiket tahunan di Stadion Santiago Bernabeu maupun stadion Atleti saat itu, Vicente Calderon.

Namun, pemuda yang percaya diri dan gigih itu enggan meninggalkan rekan-rekannya di Getafe.

Keputusan tersebut ternyata tidak berakhir buruk sama sekal dengan ia telah bermain dalam 150 pertandingan bagi Rayo Vallecano dan Celta Vigo pada usianya yang menginjak 21 tahun.

Baca juga: LaLiga Rising Star, 5 Bintang di Tim Real Madrid Sang Juara UEFA Youth League

Beltran besar kemungkinan tak bisa melahap jumlah laga sebanyak itu apabila bergabung bersama kedua klub elite Madrid tadi.

Pada usia 14 tahun, Beltran dan keluarganya memutuskan pindah dari Getafe CF ke akademi Rayo Vallecano yang terkenal, di mana ia secara cepat masuk ke tim utama.

Ia masih berusia 17 tahun 199 hari saat melakukan debut di LaLiga SmartBank (divisi kedua Liga Spanyol) melawan Elche.

Beltran bermain bagus di lini tengah bersama pemain senior Roberto Trashorras meskipun klubnya kalah 1-2.

Pada musim itu, Beltran bermain dalam 31 pertandingan bagi Rayo di LaLiga SmartBank, mencetak gol senior perdananya saat Rayo kalah 3-2 dari Tenerife dengan tembakan dari jarak 22 meter.

Di Rayo, Beltran sering dipasangkan dengan sesama pemain muda, Santi Comesana di lini tengah.

Musim selanjutnya, Beltran menjelma jadi salah satu pemimpin klub, mengatur ritme permainan dari belakang dan memainkan 40 pertandingan saat Rayo menjuarai gelar LaLiga 123 musim 2017/18.

Baca juga: Rising Star LaLiga, Perjuangan Awal Didikan Raul Gonzalez

Pelatih Rayo saat itu, Michel – mantan gelandang Rayo – memberikan pengaruh terbesar bagi permainan Beltran.

Pengaruh besar lain pada perkembangan Beltran adalah Direktur Olahraga Rayo saat itu, Felipe Minambres yang tetap mengikuti perkembangan Beltran bahkan setelah Minambres pindah ke RC Celta pada 2016.

Hal tersebut membuat klub Galicia tersebut bersedia untuk membayar klausul pelepasan pemain berusia 19 tahun itu pada Agustus 2018, suatu manuver yang mengejutkan publik Vallecas.

RC Celta menghadirkan tantangan baru baginya dan 2018-19 adalah musim sulit bagi klub asal Balaidos itu, termasuk para pelatih seperti Antonio Mohamed, Miguel Cardoso dan Fran Escriba.

Sebuah kartu merah saat melawan Granada CF pada awal musim selanjutnya juga menyulitkan Beltran mendapatkan porsi bermain reguler di tim utama.

Namun, ia memiliki waktu untuk mengembangkan talentanya.

Meski menjadi salah satu pemain terpendek di LaLiga Santander dengan tinggi 165cm, Beltran mampu menggunakan badannya untuk melindungi penguasaan bola.

Pemain muda Celta Vigo, Fran Beltran (kanan), berduel dengan penyerang Atletico Madrid, Luis Suarez, pada ajang Liga Spanyol 2020-2021.LALIGA Pemain muda Celta Vigo, Fran Beltran (kanan), berduel dengan penyerang Atletico Madrid, Luis Suarez, pada ajang Liga Spanyol 2020-2021.

Ia juga diberkahi dengan talenta untuk mengalirkan bola layaknya mantan kapten Barcelona, Xavi Hernandez.

Pada akhir 2019-20, ia kembali menjadi pemain reguler di bawah Pelatih Oscar GarcIa, mantan rekan setim Xavi di Barcelona.

Ia menyarangkan salah satu gol terbaik musim ini dengan tendangan voli fantastis yang bersarang di pojok atas gawang Atletico pada bulan Juli silam.

Perkembangan Beltran di kancah internasional juga cukup impresif, di mana ia telah bermain pada tingkat U-17, U-18, U-19, dan U-21, bersama pemain-pemain seperti pemain sayap Manchester City, Ferran Torres; playmaker AC Milan, Brahim Diaz; dan penyerang Levante UD, Dani Gomez.

Ia diperkirakan akan menembus tim senior dalam waktu dekat.

Baca juga: LaLiga Invisible Training: Makanan Terlarang Pesepak Bola di Spanyol

Beberapa pekan terakhir, Beltran terus berkembang bersama RC Celta – dengan keahlian teknis dan taktisnya yang cocok dengan pendekatan menyerang pelatih baru klub, Eduardo Coudet.

Ia bekerjasama dengan rekan setimnya, Iago Aspas, untuk mencetak gol penentu pada kemenangan 3-1 atas Granada CF pada November.

Aspas juga memberikan assist untuk gol dari jarak 18 meter saat Celta menang 4-0 atas Cadiz CF bulan lalu.

Semua ini terjadi sebelum Beltran berulang tahun yang ke-22 pada tanggal 3 Februari 2021.

Seorang pemain muda berpostur pendek yang selalu ingin punya kendali atas kariernya, bisa mengendalikan permainan dari lini tengah, dan memiliki banyak tahun lagi untuk memperlihatkan performa terbaiknya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.