Maradona Bebas dari Alkohol dan Obat Terlarang di Pengujung Hidupnya

Kompas.com - 23/12/2020, 22:20 WIB
Peti mati dengan jasad mendiang legenda sepak bola Argentina Diego Armando Maradona dibawa oleh keluarga dan teman-temannya di pemakaman Jardin Bella Vista, di provinsi Buenos Aires, pada 26 November 2020. AFP/RONALDO SCHEMIDTPeti mati dengan jasad mendiang legenda sepak bola Argentina Diego Armando Maradona dibawa oleh keluarga dan teman-temannya di pemakaman Jardin Bella Vista, di provinsi Buenos Aires, pada 26 November 2020.

KOMPAS.com - Laporan hasil pemeriksaan toksikologi terhadap jenazah legenda timnas Argentina, Diego Maradona, telah dirilis oleh kantor Jaksa Penuntut Umum wilayah San Isidiro, Argentina pada Selasa (22/12/2020) waktu setempat.

Salah satu poin penting dalam laporan tersebut adalah tidak ditemukannya jejak alkohol maupun obat-obatan terlarang dalam tubuh Maradona saat mengembuskan nafas terakhirnya November lalu akibat gagal jantung.

Pemeriksaan yang dilakukan hanya menemukan kandungan obat yang digunakan untuk membantu pemulihan fisik maupun mental Maradona, hingga akhirnya sang legenda Argentina itu harus menjalani operasi pengangkatan gumpalan darah di otak pada November lalu.

Baca juga: Demi Hormati Maradona, Messi Diminta Tinggalkan Barcelona dan Gabung Napoli

Contoh obat-obatan yang residunya ditemukan dalam tubuh Maradona antara lain bertujuan mengurangi depresi, gejala kejang, maupun masalah pada saluran pencernaannya.

Maradona memiliki riwayat masalah pada organ dalam seperti ginjal, paru-paru, maupun hati akibat penyalahgunaan obat terlarang dan ketergantungan alkohol.

Seperti dikutip Kompas.com dari L'Equipe, temuan ini akan digunakan sebagai petunjuk dalam penyelidikan dugaan malpraktik oleh sejumlah tenaga kesehatan yang merawat Maradona di pengujung hidupnya.

Penuntut Umum wilayah San Isidiro telah mengungkap beberapa nama yang masuk dalam daftar pemeriksaan serta nantinya penggeledahan untuk mencari fakta mengenai kematian Maradona.

Proses penggeledahan antara lain telah dilakukan terhadap properti milik dokter spesialis bedah syaraf, Leopoldo Luque, yang menangani prosedur operasi terakhir yang dijalani sang pesepak bola legendaris.

Pihak berwenang juga telah memeriksa psikiater Agustina Cosachov, yang diduga memberi saran serta pengobatan terkait kesehatan mental Maradona.

Baca juga: Tujuh Hari Kepergian Maradona, Pele Tulis Pesan Menyentuh

Sumber lain seperti Marca menyebut otoritas kejaksaan setempat juga telah menyambangi rumah sopir Maradona, Maximiliano Trimarchi, guna mencari bukti terkait proses pendalaman penyelidikan kematian mendiang majikannya itu.



Sumber L'Equipe
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X