Kompas.com - 29/09/2020, 13:05 WIB
Ketua Umum PSSI, Moch Iriawan, saat meresmikan Lapangan Sabilulungan, Kabupaten Bandung, Rabu (22/7/2020).  KOMPAS.com/SEPTIAN NUGRAHAKetua Umum PSSI, Moch Iriawan, saat meresmikan Lapangan Sabilulungan, Kabupaten Bandung, Rabu (22/7/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Liga 1, dan Liga 2 yang awalnya akan dilanjutkan pada 1 Oktober 2020 resmi ditunda lagi selama satu bulan sampai November 2020.

Keputusan itu diumumkan langsung oleh Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan dalam konferensi pers yang juga dihadiri oleh Menpora Zainudin Amali di Kantor Kemenpora RI, Selasa (29/9/2020).

Menurut Mochamad Iriawan, keputusan menunda Liga 1 dan Liga 2 sampai November tidak lepas dari sikap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terkait izin keamanan.

Pada Senin (28/9/2020), Polri memutuskan tidak akan memberi izin keramaian dalam berbagai tingkat tertentu karena situasi pandemi virus corona di Indonesia yang belum membaik.

Baca juga: 4 Pemain Persebaya Dinyatakan Positif Covid-19

Mochamad Iriawan menyebut PSSI menghormati keputusan Polri itu.

Mochamad Iriawan berharap pandemi virus corona di Indonesia bisa membaik dalam satu bulan ke depan sehingga Liga 1 dan Liga 2 bisa dilanjutkan pada November 2020.

"Menyikapi hal ini, PSSI menghormati dan memahami keputusan Mabes Polri. Pertimbangan keamanan, keselamatan, dan kemanusiaan paling utama," kata Mochamad Iriawan.

"PSSI memohon untuk menunda kompetisi selama satu bulan. Jika dimulai November, kompetisi akan sesuai dan selesai pada Maret. Kalau Desember, akan mundur lagi, April sudah Ramadhan, sementara Mei sudah memasuki persiapan Piala Dunia U20 2021," ujar Mochamad Iriawan.

"Kami mohon waktu satu bulan agar bisa menggulirkan kompetisi kembali. Jika tidak, satu generasi tahun ini akan kesulitan," ujar Mochamad Iriawan.

"PSSI mengapresiasi kepada klub yang sudah bersemangat, berkorban, dan mempersiapkan timnya untuk kelanjutan kompetisi ini. Namun, kompetisi harus ditunda lagi karena faktor kemanusiaan dan keselamatan lebih penting," tutur Mochamad Iriawan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X