Kompas.com - 13/08/2020, 12:51 WIB
Laga Atalanta vs PSG di perempat final Liga Champions yang berlangsung di Stadion da Luz, Lisbon, Portugal, Kamis (13/8/2020) dini hari WIB. AFP/DAVID RAMOSLaga Atalanta vs PSG di perempat final Liga Champions yang berlangsung di Stadion da Luz, Lisbon, Portugal, Kamis (13/8/2020) dini hari WIB.

KOMPAS.com - Impian Atalanta untuk bisa melangkah lebih jauh di Liga Champions musim 2019-2020 berakhir sudah.

Menjalani debut di kompetisi tertinggi antarklub Eropa alias Liga Champions, Atalanta hanya berjarak sekian menit dari babak semifinal.

Akan tetapi, Dewi Fortuna belum berpihak pada skuad La Dea.

Bahkan, sepak bola kembali menghadirkan keajaiban dalam laga pembuka babak perempat final Liga Champions musim ini.

"Debutan dan keajaiban" menjadi benang merah artikel kali ini.

Kegagalan Atalanta menyingkirkan Paris Saint-Germain membawa ingatan saya ke Liga Champions 2016-2017.

Baca juga: Hasil Liga Champions, Atalanta dan 3 Tim Lain yang Patah Hati di Injury Time

Sebuah klub debutan Liga Champions musim itu berasal dari Premier League. Siapa lagi kalau bukan Leicester City.

Serupa dengan Atalanta musim ini, The Foxes menjalani musim perdana di Liga Champions dengan cerita menakjubkan.

Persamaan pertama dari Leicester City (2016-2017) dan Atalanta (2019-2020) ialah bahwa kedua tim sama-sama lolos ke perempat final dengan mengalahkan wakil LaLiga Spanyol di babak 16 besar.

Leicester City menyingkirkan Sevilla, sedangkan Atalanta menepikan Valencia.

Persamaan berikut dari kedua klub pada musim debut mereka ialah bahwa keberhasilan Leicester City (2016-2017) dan Atalanta (2019-2020) lolos ke perempat final menyelamatkan wajah sepak bola Inggris, juga Italia.

Sejatinya, ada tiga klub asal Premier League yang lolos ke babak 16 besar Liga Champions 2016-2017.

Namun, Arsenal dan Manchester City gagal menyusul Leicester City ke fase delapan besar.

Situasi mirip berlaku musim ini ke Atalanta. Kubu dari Bergamo ini menjadi satu-satunya wakil dari Negeri Pizza di perempat final.

Baca juga: Hasil Liga Champions Atalanta Vs PSG, Patah Hati La Dea di Injury Time

Padahal, di fase knock-out pertama, dua tim yang lebih punya pengalaman di level ini, Juventus dan Napoli, menemani Atalanta sebagai wakil Serie A.

Persamaan berikutnya dari Leicester City dan Atalanta ialah keduanya gagal menyamai pencapaian Villareal (Spanyol) pada musim 2005-2006.

Pada Liga Champions musim 2005-2006, Villareal yang diarsiteki Manuel Pellegrini sukses menyingkirkan Glasgow Rangers dan Inter Milan di babak 16 besar dan perempat final untuk lolos ke semifinal di musim debut mereka.

Menariknya, kegagalan Leicester City dan Atalanta lolos ke semifinal diwarnai dengan skor yang sama.

Saat disingkirkan Atletico Madrid pada perempat final musim 2016-2017, Leicester City menyerah 0-1 pada laga leg pertama di Stadion Vicente Calderon.

Ketika berganti menjamu Atletico Madrid di Stadion King Power, Jamie Vardy dkk hanya bermain imbang 1-1.

Bek Real Madrid, Diego Godin, memenangi duel perebutan bola dengan striker Leicester City, Jamie Vardy, pada pertandingan perempat final Liga Champions di Stadion King Power, Rabu (18/4/2017). AFP/MIGUEL RIOPA Bek Real Madrid, Diego Godin, memenangi duel perebutan bola dengan striker Leicester City, Jamie Vardy, pada pertandingan perempat final Liga Champions di Stadion King Power, Rabu (18/4/2017).

Skor agregat 1-2 memastikan langkah Leicester City di Liga Champions musim itu berakhir.

Berbeda format dengan 2016-2017, perempat final musim 2019-2020 hanya memainkan satu laga pada setiap pertandingan babak delapan besar.

Asa Atalanta sempat membubung tinggi usai gol Mario Pasalic pada menit ke-27 memberikan keunggulan bagi klub asal Bergamo.

Baca juga: Atalanta Vs PSG - Rekor Dribel Neymar, Lewati Lionel Messi Musim Ini

Akan tetapi, Paris Saint-Germain sukses membalikkan keadaan melalui dua gol yang disumbangkan masing-masing oleh Marquinhos dan Eric Maxim Choupo Moting pada saat laga memasuki menit ke-90.

Saat wasit Anthony Taylor meniup peluit panjang di Stadion Estadio Da Luz, Lisbon, Portugal, skor 1-2 juga memastikan mimpi Atalanta sirna.

Keajaiban sepak bola pun menjadi benang merah bagi Paris Saint-Germain jika kita mengingat kembali Liga Champions 2016-2017.

Paris Saint-Germain yang nyaris tersingkir justru diselamatkan Dewi Fortuna di Lisbon lewat dua gol injury time babak kedua.

Hal sangat berbeda terjadi ke mereka pada 2016-2017.

Pada babak 16 besar, Paris Saint-Germain begitu perkasa pada leg pertama saat menghajar tim kuat Barcelona dengan skor 4-0 di kandang sendiri.

Namun, keberuntungan meninggalkan klub asal Paris tersebut pada leg kedua.

Barcelona melancarkan remontada, memutar balik keadaan dengan kemenangan 6-1 di Camp Nou.

Neymar tampak gembira seusai Luis Suarez membawa Barcelona unggul atas Paris Saint-Germain pada pertandingan Liga Champions di Stadion Camp Nou, Rabu (8/3/2017). AFP/JOSEP LAGO Neymar tampak gembira seusai Luis Suarez membawa Barcelona unggul atas Paris Saint-Germain pada pertandingan Liga Champions di Stadion Camp Nou, Rabu (8/3/2017).

Paris Saint-Germain tersingkir secara dramatis.

Cerita menarik dari klub debutan dan keajaiban sepak bola pun bermuara pada satu fakta serupa dengan musim 2016-2017.

Pada musim tersebut, satu slot semifinal menjadi milik klub asal Ligue 1, Perancis.

Jika pada musim 2019-2020 ada Paris Saint Germain, AS Monaco menjadi wakil Perancis pada musim 2016-2017.

Last but not least, apakah kejadian 2016-2017 akan kembali terjadi bagi Paris Saint Germain musim ini?

Ditarik dari sisi Atletico Madrid yang mengalahkan tim debutan Leicester City maupun AS Monaco yang menjadi wakil Perancis di semifinal, keduanya gugur di empat besar.

Ah, sudahlah, nikmati saja dulu kemenangan Paris Saint-Germain ini.

Siapa tahu, musim ini akan menjadi kali pertama adanya duel Perancis di babak final Liga Champions.

Ingat, masih ada Olympique Lyon yang akan berjuang menghadapi Manchester City di lanjutan babak perempat final Liga Champions musim 2019-2020.

Penulis: Daniel Tangkas Sianturi

#RinganJari

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.