Aleksander Ceferin, Presiden UEFA yang Kini Pusing Tujuh Keliling

Kompas.com - 20/05/2020, 18:44 WIB
Presiden UEFA Aleksander Ceferin memberi isyarat saat konferensi pers menyusul pertemuan komite eksekutif di markas UEFA, di Nyon, Swiss pada 4 Desember 2019. AFP/FABRICE COFFRINIPresiden UEFA Aleksander Ceferin memberi isyarat saat konferensi pers menyusul pertemuan komite eksekutif di markas UEFA, di Nyon, Swiss pada 4 Desember 2019.

LONDON, KOMPAS.com - Pandemi corona rupanya berdampak pula pada Presiden UEFA Aleksander Ceferin.

"Saya bahkan tak bisa tidur," kata pengacara berpaspor Slovenia ini.

Baca juga: UEFA Pertimbangkan Final Four Liga Champions di Istanbul

Bagi pria kelahiran 13 Oktober 1967 ini, pandemi corona memunculkan banyak tantangan bagi klub-klub sepak bola Eropa.

Euro 2020 yang sedianya digelar pada 12 Juni-12 Juli ditunda menjadi 11 Juni sampai 11 Juli 2021.AFP/OLGA MALTSEVA Euro 2020 yang sedianya digelar pada 12 Juni-12 Juli ditunda menjadi 11 Juni sampai 11 Juli 2021.

Salah satunya adalah penundaan kompetisi sejak Maret 2020 yang bikin dirinya pusing tujuh keliling.

Kini, hanya Liga Jerman yang sudah kembali melanjutkan kompetisi sejak Sabtu (16/5/2020).

Para pemain Borussia Dortmund merayakan kemenangan 4-0 atas Schalke di laga pertama kembalinya Bundesliga setelah absen dua bulan karena pandemi virus corona pada 16 Mei 2020.AFP/MARTIN MEISSNER Para pemain Borussia Dortmund merayakan kemenangan 4-0 atas Schalke di laga pertama kembalinya Bundesliga setelah absen dua bulan karena pandemi virus corona pada 16 Mei 2020.

Sementara, liga-liga besar lainnya seperti Italia, Inggris, dan Spanyol masih banyak berhitung untung-rugi melanjutkan kompetisi.

Ceferin mengatakan, penundaan liga sudah barang tentu berdampak pada kondisi keuangan klub.

Para pemain Barrow AFC, pemuncak klasemen National League. Kompetisi kasta kelima dan keenam Liga Inggris itu dihentikan menyusul pandemi virus corona.@BARROWAFC Para pemain Barrow AFC, pemuncak klasemen National League. Kompetisi kasta kelima dan keenam Liga Inggris itu dihentikan menyusul pandemi virus corona.

"Bisa dibayangkan, jutaan dollar akan raib dan klub akan kehilangan banyak kesempatan," tutur mantan Presiden Asosiasi Sepak Bola Slovenia periode 2011-2016 ini.

Ceferin mengaku bahwa UEFA hingga kini memang belum mengalami masalah keuangan.

Ilustrasi dollar ASThinkstock.com Ilustrasi dollar AS

"Tapi, kami menaruh perhatian pada klub-klub dan pemangku kepentingan dan pada kenyataannya nanti, akan ada banyak pekerjaan yang mesti digarap bersama memulihkan kondisi sepak bola Eropa," tutur mantan tentara Slovenia itu.

Bek Celtic, Kieran Tierney, memberi tepuk tangan kepada fans pada suatu laga Liga Skotlandia.TWITTER.com/kierantierney1 Bek Celtic, Kieran Tierney, memberi tepuk tangan kepada fans pada suatu laga Liga Skotlandia.

Dalam pandangannya, saat nanti pandemi corona usai dan sepak bola memasuki dunia baru, peraturan mengenai pengelolaan keuangan yang jujur (FFP) adalah hal yang penting.

Pertunjukan kembang api malam tahun baru 2020 di Ljubljana, Slovenia, Rabu (1/1/2020). Seperti tahun-tahun sebelumnya, semarak pesta kembang api masih mendominasi perayaan malam pergantian tahun di berbagai belahan dunia.AFP/JURE MAKOVEC Pertunjukan kembang api malam tahun baru 2020 di Ljubljana, Slovenia, Rabu (1/1/2020). Seperti tahun-tahun sebelumnya, semarak pesta kembang api masih mendominasi perayaan malam pergantian tahun di berbagai belahan dunia.

"Saya menekankan, bila klub tidak mematuhi FFP, akan ada sanksi dari UEFA," tutur alumnus Fakultas Hukum Universitas Ljubljana, Slovenia ini.

Para pemain klub kasta kedua Liga Belanda, SC Telstar.SC TELSTAR Para pemain klub kasta kedua Liga Belanda, SC Telstar.

Kendati demikian, kata Ceferin, UEFA akan membuat semua pemangku kepentingan memahami dan menerima FFP.

"Mungkin FFP tidak akan berlangsung seketika tetapi secara bertahap penerapan FFP akan membuat iklim kompetisi sepak bola menjadi lebih berimbang," pungkas Aleksander Ceferin.

Para pemain Paris Saint-Germain (PSG) merayakan kemenangannya bersama suporter PSG setelah mengandaskan Marseille 4-0 di pentas Liga Perancis, Senin (28/10/2019)MARTIN BUREAU / AFP Para pemain Paris Saint-Germain (PSG) merayakan kemenangannya bersama suporter PSG setelah mengandaskan Marseille 4-0 di pentas Liga Perancis, Senin (28/10/2019)



Sumber Reuters
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X