Sikapi Corona, Arema FC Beri Program Home Work kepada Pemain

Kompas.com - 23/03/2020, 10:40 WIB
Pemain asing Arema FC Elias Alderete saat Liga 1 2020 pekan ketiga melawan Persib Bandung yang berakhir dengan skor 1-2 di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Minggu (08/03/2020) sore. KOMPAS.com/SUCI RAHAYUPemain asing Arema FC Elias Alderete saat Liga 1 2020 pekan ketiga melawan Persib Bandung yang berakhir dengan skor 1-2 di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Minggu (08/03/2020) sore.

MALANG, KOMPAS.com - Menyikapi wabah virus corona, manajemen Arema FC memutuskan untuk memperpanjang libur sampai 31 Maret 2020 mendatang.

Arema FC sudah dua kali menunda latihan perdana setelah menjalani libur setelah dihentikannya kompetisi untuk sementara waktu.

Media Officer Arema FC Sudarmadji menjelaskan, ditundanya latihan tim terpaksa dilakukan oleh manajemen karena situasi yang tidak kondusif seperti saat ini.

Status tanggap darurat bencana wabah virus corona berimbas pada kesulitan tim mendapatkan tempat latihan karena fasilitas umum milik pemerintah tidak dapat digunakan.

Baca juga: Cegah Virus Corona, Arema FC Minta Pemain Lakukan Cek Kesehatan

"Kami terus memantau perkembangan dari situasi ini. Sesi latihan terpaksa kembali dijadwalkan ulang karena banyak fasilitas latihan yang memilih untuk tutup," kata Sudarmadji.

Meski libur dan menjalankan aktivitas di rumah, tim pelatih Arema FC telah mempersiapkan modul latihan untuk dijalankan oleh tiap pemain di rumah.

Modul diberi tagline "Arema Home Workout". Selama menjalankan program tersebut, semua pemain Arema FC diminta melaporkan kegiatan mereka dalam bentuk video kepada tim pelatih.

Manajemen Arema FC sampai saat ini masih menunggu keputusan resmi PSSI yang menunda kompetisi sampai batas waktu belum ditentukan.

Manajemen berharap akan segera ada arahan dari PSSI tentang langkah yang harus diambil oleh klub-klub Liga 1 2020 terkait implementasi dampaknya penundaan kompetisi terhadap kontrak pemain dan ofisial tim.

Baca juga: Manajemen Arema FC Lakukan Penyemprotan Disinfektan

"Kami berharap, wabah ini segera berlalu, dan kompetisi bakal digelar. Sebaliknya, kami optimistis federasi memiliki solusi terbaik bagi semua pihak jika memang ada keputusan menghentikan kompetisi disebabkan memang kondisi darurat," ucapnya.

Wilayah Malang Raya menaruh kewaspadaan tinggi terhadap penyebaran virus corona karena termasuk dalam wilayah zona merah setelah Kota Surabaya.

Hal tersebut berdampak pada pembatasan pemanfaatan fasilitas publik guna mengurangi risiko penduduk terpapar virus corona.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X