Kompas.com - 12/03/2020, 21:20 WIB
Ketua Umum terpilih PSSI, Mochamad Iriawan, memberikan keterangan pers saat jeda Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Jakarta, Sabtu (2/11/2019). Pria yang akrab Iwan Bule itu terpilih menjadi ketua umum PSSI untuk periode 2019-2023 setelah meraih 82 suara dari 85 pemilik suara (voter). ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWANKetua Umum terpilih PSSI, Mochamad Iriawan, memberikan keterangan pers saat jeda Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Jakarta, Sabtu (2/11/2019). Pria yang akrab Iwan Bule itu terpilih menjadi ketua umum PSSI untuk periode 2019-2023 setelah meraih 82 suara dari 85 pemilik suara (voter).
|

KOMPAS.com – Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan menegaskan PT LIB (Liga Indonesia Baru), selaku operator Liga 1, tidak mengizinkan klub untuk menjalin kerja sama komersial dengan produk yang berkaitan langsung dengan brand rokok, minuman beralkohol, dan situs perjudian.

Hal tersebut kembali ditegaskan mengingat ada dua klub yang menjadi perhatian terkait pencantuman sponsor dalam jersey-nya.

Pertama, Tira Persikabo dengan sponsor SBOTOP dan Persib dengan tagline produk "Pria Punya Selera" yang terpampang di jersey. Hal itu terlihat pada pekan pertama dan kedua Shopee Liga 1 2020.

Terkait hal ini, PT LIB telah mengeluarkan surat edaran terkait sponsor untuk klub-klub di sepak bola Indonesia. Surat tersebut dikeluarkan, Selasa (25/2/2020).

Dalam surat edaran itu dijelaskan kembali secara tegas bahwa klub yang menjalin kerja sama dengan sponsor berbau rokok, judi, dan alkohol akan dilarang berpartisipasi di Liga Indonesia.

Baca juga: Ketum PSSI Harap Jadwal Liga 1 2020 Tak Terganggu Virus Corona

"Terkait implementasi peraturan nasional soal sponsor industri olahraga tertanggal 25 Mei 2019, PT LIB telah menyampaikan penegasan kembali bahwa sesuai peraturan pemerintah yang berlaku, LIB tidak mengizinkan klub yang berpartisipasi pada kompetisi resmi yang dikelola LIB untuk menjalin kerja sama komersial dengan produk yang berkaitan langsung dengan brand rokok, minuman beralkohol, dan situs perjudian," kata Iriawan.

Adapun landasan Peraturan terkait poin ini tertuang dalam:

1. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Pasal 27 Ayat 2;

2. PP No 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan;

3. PEPRES No 74 Tahun 2013 tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol;

Baca juga: Hasil Sidang Komdis PSSI, Sandi Sute Kena Teguran, Paul Munster Didenda

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Sumber PSSI
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.