Soal Pembinaan, PSSI Disebut Berada dalam Jalur Tepat

Kompas.com - 19/10/2019, 12:11 WIB
Penyerang timnas U-19 Indonesia, Amiruddin Bagus Kahfi (20) bersama rekan-rekannya merayakan gol ke gawang timnas U-19 China pada pertandingan uji coba yang dihelat di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Kamis (17/10/2019) malam. KOMPAS.COM/SUCI RAHAYUPenyerang timnas U-19 Indonesia, Amiruddin Bagus Kahfi (20) bersama rekan-rekannya merayakan gol ke gawang timnas U-19 China pada pertandingan uji coba yang dihelat di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Kamis (17/10/2019) malam.
|

KOMPAS.COM - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia ( PSSI) dinilai sudah berada di jalur tepat dalam pembinaan sepak bola kelompok usia. 

“Salah satu yang positif dari kepengurusan PSSI yang sekarang ini tak lain departemen kompetisi, yakni bagaimana mereka memunculkan program youth elite pro academy,” kata pengamat sepak bola nasional, Yusuf Kurniawan.

Yusuf menganggap PSSI sudah bekerja dengan baik karena kini klub memiliki akademi junior. 

"Jadi tidak ada rantai yang terputus dan semua klub bisa mengambil pemain yang mereka bina sendiri,” tutur Yuke. 

Pada 2019, PSSI memang fokus melakukan pembenahan kompetisi kelompok usia. Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria, pernah mengatakan, kompetisi Liga 1 U-16, Liga U-18, dan Liga U-20 digelar bersinergi dengan pihak klub.

Selain itu, PSSI juga menggelar Piala Soeratin untuk kelompok usia 13 tahun, 15 tahun, dan 17 tahun. Tisha bahkan menyebut bahwa PSSI memiliki rencana menggelar kompetisi U-14 pada 2020.

“Harus diakui bahwa kompetisi berjenjang ini merupakan hal positif dari PSSI sekarang. Menurut saya, hal ini harus dipertahankan oleh pengurus berikutnya, harus menjadi konsentrasi mereka. PSSI ke depan jangan cuma pragmatis mengurusi tim senior. Justru di kompetisi junior ini yang sebenarnya merupakan gudang pemain masa depan,” tutur Yuke.

Baca juga: Persib Vs Persebaya, Penyebab Bajul Ijo Kalah

“Mudah-mudahan kompetisi berjenjang ini menjadi jawaban dari pertanyaan banyak orang mengapa timnas kita jago di level junior, namun keok ketika senior. Semoga buah dari elite pro academy ini bisa kita nikmati 5-6 tahun ke depan,” ucapnya.

Hal senada disampaikan Muhamad Rais Adnan. Dia mengatakan keputusan PSSI menggelar kompetisi di kelompok usia memacu klub membentuk tim junior.

"Toh hal ini juga selaras dengan aspek lisensi klub profesional AFC,” ujar Rais.

Sebagaimana diketahui, dua dari tiga kompetisi kelompok usia yang digelar PSSI tahun ini sudah menemukan tim terbaik.

Pada Liga 1 U-16 2019, adalah PS Tira-Persikabo yang menjadi kampiun setelah mengalahkan Bhayangkara FC dengan skor 2-1 di partai puncak.

Sementara itu, Persebaya junior sukses menjadi tim terbaik Liga 1 U-20 2018 setelah menang adu penalti kontra Barito Putera.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X