Kompas.com - 12/10/2019, 09:10 WIB
Debut pelatih kepala Persebaya Surabaya, Wolfgang Pikal pada laga tunda Pekan 22 Liga 1 2019 melawan Borneo FC yang berakhir dengan skor 0-0 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jaw Timur, Jumat (11/10/2019) malam. KOMPAS.COM/SUCI RAHAYUDebut pelatih kepala Persebaya Surabaya, Wolfgang Pikal pada laga tunda Pekan 22 Liga 1 2019 melawan Borneo FC yang berakhir dengan skor 0-0 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jaw Timur, Jumat (11/10/2019) malam.

SURABAYA, KOMPAS.com - Laga Persebaya Surabaya melawan Borneo FC pada pekan ke-22 Liga 1 2019 menjadi "debut" Wolfgang Pikal memberi instruksi langsung di tepi lapangan.

Namun, di laga ini, Bajul Ijo hanya bermain imbang 0-0 atas Pesut Etam.

Wolgang Pikal sebenarnya sudah cukup lama ditunjuk sebagai pelatih Persebaya.

Namun, kendala administrasi membuat pria asal Austria itu belum bisa duduk di bench dan memberikan instruksi kepada tim.

Wolfgang Pikal baru bisa memberi instruksi langsung di laga melawan Borneo FC, Jumat (11/10/2019) di Stadion Gelora Bung Tomo.

Baca juga: Persebaya Vs Borneo FC, Pesut Etam Syukuri Bisa Rebut Poin

Hanya, Pikal harus puas dengan raihan satu poin pada "debutnya" di Persebaya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Babak pertama kami sedikit lebih bagus dari Borneo. Saya pikir Borneo hanya punya satu peluang, kami lumayan kreatif. Pertahanan kami juga kuat, hanya ada satu atau dua peluang," kata Pikal.

Pikal melanjutkan, Persebaya juga tampil lebih bagus di babak kedua.

Ruben Sanadi dan kolega sangat dominan melancarkan serangan ke arah gawang Borneo. Setiap variasi serangan yang dilatih mampu diterapkan dengan baik.

"Betul-betul kami kasih tahu ke penonton bagaimana Persebaya mau main. Filosofi saya itu. Berani attack dan bombardir gawang lawan. Kami mau main seperti ini di kandang," katanya.

Tidak ada gol yang diciptakan oleh pemain Persebaya.

Baca juga: Persebaya Vs Borneo, Gianluca Gemilang, Duel Berakhir Imbang

 

Padahal, satu pekan terakhir, Bajul Ijo menggenjot latihan crossing dan finishing. Persebaya juga melatih sejumlah skema ketika menyerang dan membongkar pertahanan lawan.

Akan tetapi, hasil yang didapat tidak cukup positif.

Pikal menduga masih ada kordinasi yang belum baik antarpemain di lini serang. Hal ini berdampak pada sulitnya lini depan untuk mencetak gol ke gawang lawan.

"Mungkin kordinasi antara striker dan wing masih kurang. Namun, dari seluruhnya, saya bangga dengan semua pemain. Tidak ada satu pun yang saya tidak hormati dan tidak saya apresiasi," ucap Pikal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.