Karena Huruf Kapital, Suara untuk Salah Jadi Tak Sah di Pemain Terbaik FIFA

Kompas.com - 27/09/2019, 06:00 WIB
Mohamed Salah melakukan selebrasi usai mencetak gol penalti pada laga Liverpool vs Arsenal, di Stadion Anfield, Sabtu (24/8/2019). AFP/BEN STANSALLMohamed Salah melakukan selebrasi usai mencetak gol penalti pada laga Liverpool vs Arsenal, di Stadion Anfield, Sabtu (24/8/2019).
|

KOMPAS.com - Dua suara untuk Mohamed Salah dalam pemilihan Pemain Terbaik FIFA 2019 dinyatakan tidak sah karena masalah tanda tangan yang memakai huruf kapital. 

Megabintang Barcelona, Lionel Messi, terpilih sebagai Pemain Terbaik FIFA 2019 pada malam penganugerahan yang dilangsungkan di Teatro alla Scala, Milan, Italia, Selasa (24/9/2019) dini hari WIB.

Messi mengalahkan Virgil van Dijk (Belanda/Liverpool) dan Cristiano Ronaldo (Portugal/Juventus) yang berada di peringkat kedua dan ketiga secara berurutan.

Baca juga: Arsene Wenger: Mohamed Salah Bisa Samai Messi jika...

Sementara itu, bintang Liverpool lainnya, Mohamed Salah, hanya menempati peringkat keempat.

"Kegagalan" Salah itu ternyata menimbulkan reaksi dari Federasi Sepak Bola Mesir (EFA).

Terlebih lagi, suara yang disumbangkan oleh pelatih timnas Mesir, Shawky Gharib, dan kapten timnas Mesir, Ahmed Elmohamady, untuk Salah tidak masuk dalam dokumen FIFA yang diterbitkan setelah malam penganugerahan tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Liverpool Harus Bersaing untuk Dapatkan Pengganti Mohamed Salah

Terkait masalah tersebut, FIFA pun memberikan tanggapannya.

Menurut FIFA, dua surat suara yang disumbangkan pelatih dan kapten timnas Mesir untuk Salah tidak sah karena masalah tanda tangan.

"Tanda tangan surat suara Mesir tertulis dalam huruf kapital, dengan begitu dinyatakan tidak sah," demikian bunyi pernyataan FIFA, seperti dikutip dari laman BBC, Kamis (26/9/2019).

Baca juga: Mantan Penyerang Liverpool Soroti Kedalaman Lini Serang The Reds

"Surat suara tersebut juga belum ditandatangani oleh Sejken EFA," lanjut pernyataan tersebut.

FIFA menjelaskan bahwa pihaknya sudah dua kali menghubungi EFA untuk mengumpulkan surat suara dengan tanda tangan yang benar pada 19 Agustus 2019.

Namun, inisiatif FIFA itu tidak ditanggapi secara serius oleh EFA hingga tiba waktunya penghitungan suara.

Baca juga: Kontroversi soal Gelar Pemain Terbaik FIFA 2019 Milik Messi

FIFA meyakini kondsi EFA saat ini sedang tidak stabil setelah mundurnya sang presiden federasi akibat kegagalan timnas Mesir di Piala Afrika 2019.

Kondisi tersebut membuat FIFA sampai harus turun tangan mengelola EFA.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.