Aloysius Gonsaga AE
Soccer Assistant Editor

ASISTEN EDITOR BOLA

Langkah Awal Wujudkan Mimpi Indonesia Ikut Piala Dunia

Kompas.com - 01/08/2019, 07:39 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Suka atau tidak suka, harus diakui bahwa tampil di panggung Piala Dunia merupakan mimpi semua negara. Wajar bila mereka berlomba-lomba melakukan berbagai upaya sehingga bisa terlibat dalam event terakbar empat tahunan tersebut.

Nah, Indonesia pun memiliki mimpi serupa meskipun harus realistis dengan kondisi saat ini. Namun, harapan tetap terbuka jika kompetisi usia muda terlaksana secara berkesinambungan dan program Garuda Select bisa berjalan lancar selama 10 tahun.

Belajar dari kegagalan Primavera dan SAD, kali ini seharusnya program yang dicanangkan bisa jauh lebih sukses. Pada era Primavera dan SAD, para pemain tak memiliki tempat untuk menyalurkan ilmu mereka setelah kembali ke Tanah Air. Kala itu, kompetisi usia muda "mati".

Kini, sudah ada wadah bagi para pemain muda untuk meningkatkan kualitas diri karena ada kompetisi level junior dan berjenjang.

Jadi, tinggal bagaimana para pemain yang baru pulang menimba ilmu di luar negeri (Garuda Select) bisa menjaga performa mereka, termasuk pola hidup.

Baca Juga: Pesan Menggelitik nan Keras di Tembok Tempat Latihan Garuda Select

Dengan demikian, jika setiap angkatan Garuda Select menghasilkan minimal dua pemain bintang, maka dalam 10 tahun ke depan Indonesia mempunyai sedikitnya 20 pemain top.

Harapannya, mereka bisa menjadi pilar timnas yang mumpuni dalam persaingan menuju Piala Dunia 2030.

"Memang, tidak mungkin semua pemain jadi (bintang)," ujar Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha, dalam perbincangan dengan Kompas.com saat dia memantau perkembangan Garuda Select di Inggris, awal Mei 2019.

Tetapi dengan harapan setiap angkatan ini memiliki dua atau tiga pemain yang jadi, maka kita akan mempunyai tim yang tangguh setelah program ini selesai," ucapnya lagi.  

Ya, semoga apa yang dikatakan Ratu Tisha ini bisa terwujud. Program Garuda Select diharapkan bisa menghasilkan pemain muda bermutu sehingga menjadi tulang punggung timnas Indonesia untuk ambil bagian dalam edisi ke-24 Piala Dunia pada 2030. Semoga!

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.