Sarri Diyakini Bisa Lepaskan Juventus dari Permainan Pragmatis

Kompas.com - 20/06/2019, 21:31 WIB
Maurizio Sarri untuk kali pertama mengunjungi tempat latihan Juventus. Pelatih asal Italia tersebut disambut oleh Direktur Olahraga, Fabio Paratici, dan Wakil Presiden, Pavel Nedved. Juventus FCMaurizio Sarri untuk kali pertama mengunjungi tempat latihan Juventus. Pelatih asal Italia tersebut disambut oleh Direktur Olahraga, Fabio Paratici, dan Wakil Presiden, Pavel Nedved.
Penulis Alsadad Rudi
|

KOMPAS.com - Maurizio Sarri dikenal sebagai salah satu pelatih yang mengedepankan filosofi permainan.

Karena itu, kedatangannya diyakini bisa membuat Juventus terlepas dari permainan pragmatis.

Selama dilatih Massimiliano Allegri, Juventus dikenal lebih sering menyuguhkan permainan pragmatis.

Meski menghadapi tim gurem, Juve terkadang hanya menang dengan skor tipis.

"Sarri sudah menunjukkan di Napoli dan Chelsea bahwa ia adalah pelatih tingkat atas," kata Joao Santos, agen dari Jorginho, pemain yang dikenal anak sebagai anak kesayangan Sarri.

Baca juga: Susul Maurizio Sarri, Jorginho Berharap Diincar Juventus

"Saya sudah mengamati Sarri selama lima tahun dan gayanya sepak bolanya sangat menghibur. Juventus akan berubah, karena sebelumnya mereka akan menang tanpa meyakinkan. Sekarang mereka akan menang dengan meyakinkan," lanjut Santos.

Sarri sudah mulai diperkenalkan di Juventus, Kamis (20/6/2019). Di Italia, gaya permainan Sarri kerap disebut Sarrismo.

"Jujur saya tidak tahu apa itu Sarrismo. Saya membaca di kamus itu lebih dari filosofi taktis. Saya selalu menjadi saya. Saya mungkin mengubah pandangan saya tentang sepak bola dan kehidupan selama bertahun-tahun dengan pengalaman, tetapi konsepnya tetap sama," kata Sarri.

Baca juga: Jadi Pelatih Baru Juventus, Sarri Puji Higuain

Selama karier kepelatihannya, Sarri menyebut dirinya menyukai formasi 4-3-3. Namun ia menyebut bentuk formasi tersebut di Napoli dan Chelsea berbeda.

Sebab di Chelsea, ia harus mengakomodasi Eden Hazard, pemain yang memiliki kemampuan untuk mengubah permainan.

Karena itu, ia belum bisa menjabarkan lebih banyak hal tentang apa yang akan diterapkannya di Juve.

“Saya bermain 4-3-1-2 seumur hidup sebelum 4-3-3, jadi kita akan lihat. Saya pikir tujuan menikmati permainan di lapangan tidak bertentangan dengan kemenangan," ucap Sarri.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X