Kronologi Hilangnya Legenda Persis Solo, Ferry Anto, di Pantai Bantul

Kompas.com - 20/06/2019, 14:48 WIB
Mantan pemain Persis Solo, Ferry Anto. Instagram PasoepatinetMantan pemain Persis Solo, Ferry Anto.

KOMPAS.com — Mantan pemain Persis Solo, Ferry Anto Eko Saputro, hilang terseret ombak di Pantai Baru, Poncosari, Srandakan, Bantul, Yogyakarta, Kamis (20/6/2019) pagi. 

Ferry terseret ombak bersama putrinya, Freya Fajrina Dwi Saputri, yang masih berusia tujuh tahun saat sedang berjalan-jalan di tepi pantai.

Menurut penuturuan salah seorang anggota keluarga Ferry Anto, Amelia, striker legenda Persis Solo itu awalnya berjalan-jalan di tepi pantai bersama dua putrinya, Freya dan Felicia Safira Eka Saputri (12 tahun), serta keponakannya.

Anggota SAR sempat mengingatkan para pengunjung agar tidak terlalu dekat dengan air laut yang sedang pasang. Ferry berserta dua putri dan keponakannya lalu pindah ke tempat lain.

Namun, sekitar pukul 08.30 WIB, gelombang tinggi tiba-tiba datang dan menyapu tubuh mereka.

Baca juga: Mantan Pemain Persis Solo, Ferry Anto, Hilang Terseret Ombak

Saat kejadian, Ferry masih sempat melemparkan Felicia ke tepi pantai sehingga putri sulungnya itu selamat dari sapuan gelombang. Keponakan Ferry juga dapat diselamatkan oleh tim SAR.

Namun, naas, mantan kapten Persis itu dan anak bungsunya, Freya, tak mampu menyelamatkan diri dari terjangan gelombang. Mereka pun masih dinyatakan hilang hingga berita ini ditayangkan.

"Saat ini pencarian masih dilakukan tim SAR. Kabar lebih lanjut terkait pencarian baru bisa diinformasikan kembali oleh tim SAR nanti malam," ujar Amelia.

Baca juga: Persiapan Lawan Persis Solo, PSS Sleman Gelar Latihan Perdana

"Bila belum ditemukan hingga nanti malam, pencarian korban bisa dilanjutkan selama tiga hingga tujuh hari ke depan," kata Amelia lagi.

Amelia menambahkan bahwa putri Ferry yang selamat, Felicia, dan keponakannya telah dilarikan ke Rumah Sakit Universitas Islam Indonesia (UII) untuk mendapatkan perawatan.

Ferry Anto mengawali karier sebagai pesepak bola bersama klub yunior Persis Solo. 

Dia pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan Persis Solo mengarungi kompetisi Divisi Utama yang kini menjadi Liga 2 Indonesia. Ferry dikenal sebagai sosok striker haus gol sekaligus kapten yang bisa diandalkan.

Namun, karier Ferry sebagai pesepak bola terhitung singkat. Pesepak bola kelahiran 12 Februari 1985 itu memutuskan gantung sepatu saat berusia 31 tahun pada awal 2016. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X