Resmi Gabung Inter, Antonio Conte Dapat Petisi dari Pendukung Juventus

Kompas.com - 31/05/2019, 16:30 WIB
Manajer Chelsea Antonio Conte tampak pusing ketika anak-anak asuhannya tertinggal dari Watford pada pertandingan Premier League di Vicarage Road, Senin (5/2/2018). AFP/Glyn KirkManajer Chelsea Antonio Conte tampak pusing ketika anak-anak asuhannya tertinggal dari Watford pada pertandingan Premier League di Vicarage Road, Senin (5/2/2018).

KOMPAS.com - Antonio Conte akhirnya resmi berlabuh di Inter Milan setelah ia lama menganggur sejak dipecat Chelsea pada Juli 2018.

Pelatih 49 tahun itu akan menangani Nerazzurri, julukan Inter Milan, selama tiga tahun ke depan, atau sampai 2022.

Kabar bergabungnya Conte tentu menyenangkan bagi pendukung Inter Milan, tetapi bagi pendukung Juventus, tidak sama sekali.

Baca juga: Resmi, Antonio Conte Tangani Inter Milan

Seperti dilansir Football Italia, lebih dari 3.000 suporter Juventus membuat petisi untuk menghapuskan bintang Antonio Conte di Stadion Juventus, Allianz Stadium.

Conte memang masuk 50 nama pemain bintang Juventus dalam bentuk walk of fame, yang dipasang di sekeliling Allianz Stadium.

"Antonio Conte adalah seorang kapten tercinta, yang juga bermain dengan sepenuh hati. Kemudian dia menjadi pelatih kami dan memenangi scudetto yang tidak terduga tanpa skuat (bagus), setelah kasus calciopoli dan finis posisi ketujuh," tulis petisi yang diinisiasi Buddy Guy Black & White itu.

"Saya kira, itu bisa disetarakan dengan memenangi Liga Champions, tepatnya karena pentingnya sejarah yang melekat padanya. Kemudian dia pergi dengan alasan yang mungkin tidak jelas, dua hari sebelum dimulainya musim."

"Kami tahu pelatih, serta pemain dan direktur, adalah profesional, yang memiliki hak untuk membuat pilihan profesional yang tak terbatas. Jika Mourinho datang ke Juve, dia tidak akan bikin kesalahan ke Inter, sama seperti jika (Maurizio) Sarri melakukannya atau (Fabio) Capello ke Roma di masa lalu, karena hal-hal yang dikatakan selama musim berjalan tumbuh dalam bentrokan dialektik yang ditentukan oleh saat, dari situasi di lapangan."

Baca juga: Antonio Conte Sepakati Kontrak sebagai Pelatih Inter hingga 2022

"Dalam kasus Conte di Inter, saya pikir itu sesuatu yang berbeda. Dia bukan hanya mantan pemain Juventus, dia adalah seorang profesional yang pergi ke tim lawan. Banyak yang pernah melakukan itu di masa lalu."

"Pergi ke Inter bukan pilihan yang profesional. Pergi ke Inter berarti menginjak-injak harga diri seseorang terlebih dahulu."

Selengkapnya di sini https://www.change.org/p/juventus-football-club-togliere-la-stella-a-conte-allo-juventus-stadium

Sampai dengan saat ini, suporter Juventus dan Inter Milan memang belum pernah akur, semenjak Si Nyonya Besar, julukan Juventus, tersandung kasus calciopoli pada tahun 2006.

Hingga pukul 14.04, petisi itu sudah ditanda tangani 6.723 orang. Fans Juventus butuh mengumpulkan tanda tangan sebanyak 7.500 orang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Liverpool Vs Arsenal, Performa Hebat, Akan 'Luar Biasa' jika The Reds Kalah...

Liverpool Vs Arsenal, Performa Hebat, Akan "Luar Biasa" jika The Reds Kalah...

Liga Inggris
Klasemen Liga Inggris - Liverpool Sodok 2 Besar, Man United Papan Bawah

Klasemen Liga Inggris - Liverpool Sodok 2 Besar, Man United Papan Bawah

Liga Inggris
5 Hal Menarik dari Liverpool Vs Arsenal, Debut Indah Jota Berujung Rekor '400' Klopp

5 Hal Menarik dari Liverpool Vs Arsenal, Debut Indah Jota Berujung Rekor "400" Klopp

Liga Inggris
Sisi Positif di Balik Nestapa Rossi Kehilangan Podium MotoGP Catalunya

Sisi Positif di Balik Nestapa Rossi Kehilangan Podium MotoGP Catalunya

Motogp
Barcelona Vs Villarreal, Jangan Berlebihan kepada Ansu Fati, Barca!

Barcelona Vs Villarreal, Jangan Berlebihan kepada Ansu Fati, Barca!

Liga Spanyol
Hasil Liverpool Vs Arsenal - The Reds Berjaya di Anfield, Diogo Jota Gol Perdana

Hasil Liverpool Vs Arsenal - The Reds Berjaya di Anfield, Diogo Jota Gol Perdana

Liga Inggris
HT Liverpool Vs Arsenal, Perubahan Andrew Robertson dalam 9 Menit

HT Liverpool Vs Arsenal, Perubahan Andrew Robertson dalam 9 Menit

Liga Inggris
Komentar Joan Mir soal Peluang Juara Dunia dan Persaingan dengan Quartararo

Komentar Joan Mir soal Peluang Juara Dunia dan Persaingan dengan Quartararo

Motogp
Susunan Pemain dan Link Live Streaming Liverpool Vs Arsenal

Susunan Pemain dan Link Live Streaming Liverpool Vs Arsenal

Liga Inggris
Polri Tak Beri Izin Liga 1 dan Liga 2 2020 Digelar, Berikut Alasannya

Polri Tak Beri Izin Liga 1 dan Liga 2 2020 Digelar, Berikut Alasannya

Sports
Link Live Streaming Liverpool Vs Arsenal, Kick-off 02.00 WIB

Link Live Streaming Liverpool Vs Arsenal, Kick-off 02.00 WIB

Sports
Pelatih Timnas Italia Jagokan Juventus Raih Scudetto Musim Ini

Pelatih Timnas Italia Jagokan Juventus Raih Scudetto Musim Ini

Sports
3 Fakta Menarik Timnas U19 Indonesia Vs Dinamo Zagreb, Clean Sheet Pertama Garuda Muda

3 Fakta Menarik Timnas U19 Indonesia Vs Dinamo Zagreb, Clean Sheet Pertama Garuda Muda

Liga Indonesia
Riset, Khabib Normagomedov, Satu-satunya Wakil MMA

Riset, Khabib Normagomedov, Satu-satunya Wakil MMA

Sports
Kemenangan Pertama Timnas U19 Indonesia Lawan Tim Asal Benua Eropa

Kemenangan Pertama Timnas U19 Indonesia Lawan Tim Asal Benua Eropa

Liga Indonesia
komentar di artikel lainnya
Close Ads X