Kompas.com - 27/04/2019, 11:21 WIB
Ross Barkley (kedua dari kanan) merayakan gol Michael Keane pada pertandingan Montenegro vs Inggris di Stadion Podgorica City pada babak kualifikasi Piala Eropa 2020, 25 Maret 2019. AFP/ANDREJ ISAKOVICRoss Barkley (kedua dari kanan) merayakan gol Michael Keane pada pertandingan Montenegro vs Inggris di Stadion Podgorica City pada babak kualifikasi Piala Eropa 2020, 25 Maret 2019.
Penulis Alsadad Rudi
|

KOMPAS.com - Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) menyambut baik hukuman yang dijatuhkan UEFA untuk Montenegro terkait kasus pelecehan rasial di laga Kualifikasi Piala Eropa 2020 Grup A di Stadion Gradski, Podgorica, 25 Maret lalu.

Laga Montenegro vs Inggris berakhir dengan skor 1-5 untuk kemenangan tim tamu. Pada pertandingan tersebut, sejumlah pemain Inggris mendapat serangan verbal bernada pelecehan rasial dari suporter tuan rumah. Mereka di antaranya adalah Danny Rose, Raheem Sterling, dan Callum Hudson-Odoi.

Belum lama ini, UEFA menjatuhkan sanksi berupa laga kandang tanpa penonton saat Montengero menjamu Kosovo pada 7 Juni mendatang.

Baca juga: UEFA Hukum Montenegro atas Serangan Rasial kepada Pemain Inggris

Asosiasi Sepak Bola Inggris pun menyambut baik perkembangan tersebut di sebuah posting Twitter.

Melalui akun Twitter mereka, FA menyatakan mengakui keputusan UEFA atas sanksi yang dijatuhkan ke Asosiasi Sepak Bola Montenegro.

"Kami berharap pertandingan kandang mereka berikutnya yang dimainkan secara tertutup mengirimkan pesan bahwa rasisme tidak memiliki tempat dalam sepak bola atau dalam masyarakat yang lebih luas," tulis FA.

"Kami akan terus bekerja dengan otoritas terkait di sepak bola untuk memastikan bahwa semua pemain dapat menikmati permainan di lingkungan yang bebas diskriminasi."

Seusai laga melawan Montenegro, Sterling sempat meminta UEFA untuk memberlakukan larangan datang ke stadion bagi suporter yang terlibat.

"Ini sudah tahun 2019 dan saya pikir harus ada hukuman nyata untuk ini, bukan hanya pelarangan untuk beberapa orang," kata pemain Manchester City itu.

Bagi Sterling, hukuman yang dijatuhkan pada kasus pelecehan rasial sudah seharusnya berlaku kolektif.

Baca juga: Montenegro Vs Inggris, Odoi Kuatkan Mental Saat Diejek secara Rasial

“Stadionnya bisa menampung 15.000 orang dan saya pikir hukuman terhadap suatu bangsa yang pendukungnya meneriakkan pelecehan rasis adalah seluruh stadion tidak dapat menontonnya." ucap Sterling.

Menurut Sterling, hukuman yang dijatuhkan dalam kasus pelecehan rasial harus membuat pelakunya berpikir dua kali jika ingin mengulanginya.

"Karena mereka semua mencintai sepak bola, mereka semua ingin berada di sana untuk mendukung negara mereka sehingga itu akan membuat mereka berpikir dua kali untuk melakukan sesuatu yang konyol seperti itu," ujar Sterling.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.