Kesalahan Fakta yang Diungkap Narasumber Pengaturan Skor

Kompas.com - 24/02/2019, 22:14 WIB
Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria (kiri) didampingi Wakil Ketua Umum, Iwan Budianto saat rapat umum pemegang saham PT Liga Indonesia Baru di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (18/2/2019).Kompas.com/Alsadad Rudi Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria (kiri) didampingi Wakil Ketua Umum, Iwan Budianto saat rapat umum pemegang saham PT Liga Indonesia Baru di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (18/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Narasumber yang diwawancarai oleh Najwa Sihab dalam acara Mata Najwa yang bertajuk ' PSSI Bisa Apa Jilid 4' yang digelar pada Rabu (20/2/2019) menyebutkan sejumlah kesalahan fakta.

Dalam acara ini, tidak banyak mendatangkan aktor di dunia sepak bola. Mata Najwa hanya mengundang tiga pembicara, yaitu Hendro Pandowo (Ketua Satgas Antimafia Bola), Akmal Marhali (Koordinator Save Our Soccer) dan Maruarar Sirait (Anggota Dewan Pembina PSSI).

Namun, tim Mata Najwa telah menyiapkan video tiga hasil wawancara dengan pihak yang diduga terlibat dalam kegaduhan sepak bola di Indonesia.

Baca juga: Timnas U-22 Indonesia Berhasil Melaju ke Final Piala AFF U-22 2019

Tiga narasumber tersebut adalah sopir Joko Driyono, perangkat pertandingan, dan Dwi Irianto alias Mbah Putih. Dalam diskusi bersama satu perangkat pertandingan yang disembunyikan identitasnya, Najwa menanyakan sederet kasus pengaturan skor yang terjadi di kompetisi sepak bola Indonesia.

Perangkat pertandingan itu menyebutkan bahwa banyak laga di Liga 1 telah diatur. Bahkan, dia secara terang-terangan menyampaikan pertandingan yang dibubuhi kongkalikong wasit dengan Exco PSSI berinisial IB.

Namun, beragam pernyataan yang disampaikan oleh perangkat pertandingan itu rupanya tidak sesuai dengan kenyataan hasil pertandingan, dan juga ungkapan pihak terkait.

Berikut ini daftarnya :

1. Arema FC Vs Borneo FC di Liga 1 2018

Narasumber anonim itu menyebut bahwa IB telah memerintahkan wasit untuk memenangkan Arema FC saat melawan Borneo FC pada Liga 1 2018 dengan imbalan Rp 20-25 juta.

Namun, jika dilihat pada data pertandingan, ternyata Arema kalah 1-2 dari Borneo pada putaran pertama di Samarinda.

Lalu, ada hasil imbang 2-2 saat kedua tim bersua pada putaran kedua di Malang. Selain itu, pernyataan sang perangkat pertandingan tersebut terkait dengan laga Borneo FC melawan PSM Makassar juga kurang sesuai dengan kenyataan.

Baca juga: Luthfi Kamal, Pahlawan Timnas U-22 Indonesia yang Tak Pernah Libur

2. PSM Makassar Vs Borneo FC di Liga 1 2018

Halaman:



Close Ads X