Mourinho Akui Wenger Termasuk Pelatih Terbaik dalam Sejarah Sepak Bola

Kompas.com - 19/02/2019, 22:28 WIB
Jose Mourinho bersalaman dengan Arsene Wenger seusai laga Premier League antara Manchester United dan Arsenal di Stadion Emirates, Minggu (7/5/2017). AFP/IAN KINGTON Jose Mourinho bersalaman dengan Arsene Wenger seusai laga Premier League antara Manchester United dan Arsenal di Stadion Emirates, Minggu (7/5/2017).

KOMPAS.com - Jose Mourinho mengungkapkan bahwa Arsene Wenger merupakan salah satu pelatih terbaik dalam sejarah sepak bola. Hal ini tentu cukup mengejutkan mengingat perseteruan di antara mereka.

Memang, Jose Mourinho sering terlibat perseteruan ketika masih sama-sama menukangi tim di Liga Inggris. Baik saat melatih Chelsea maupun Manchester United, Mourinho nyaris tak pernah berdamai dengan sang professor, julukan Wenger. Lebih parahnya, Mourinho pernah melabeli mantan pelatih Arsenal tersebut sebagai spesialis kegagalan.

Baca Juga: Kata Wenger, Kontrak Baru Bikin Mesut Oezil Terbuai di Zona Nyaman

Namun, dilansir BolaSport.com dari Sky Sports, pelatih berjulukan The Special One tersebut juga memiliki rasa hormat kepada Wenger. Hal tersebut disampaikan Mourinho dalam pesan video saat Wenger menerima Anugerah Prestasi Seumur Hidup dalam acara Laureus World Sport Award.

"Ada banyak episode dalam hidup saya, saya hanya dapat bicara dengan diri saya bahwa saya sangat menikmati kompetisi, tetapi rasa hormat saya selalu di sini," ucap Mourinho.

"Ia membuat sejarah di Arsenal. Julukannya ada dalam prestasinya, yaitu tak terkalahkan. Menakjubkan. Sebuah filosofi melatih, tim yang hampir sempurna."

Baca Juga: Arsene Wenger Pernah Terlibat Negosiasi Rahasia dengan Real Madrid

"Ia adalah salah satu pelatih terbaik dalam sejarah sepak bola."

Seperti Wenger, Mourinho saat ini tengah menganggur usai dibebastugaskan oleh Manchester United pada Desember 2018. Pelatih asal Portugal ini dikabarkan tengah menjajaki peluang melatih di Perancis setelah tertangkap kamera tengah menyaksikan pertandingan antara Lille dan Montpellier, Minggu (17/2/2019). (Henrikus Ezra Rahardi)





Close Ads X