Saat Urusan Pemilu Hambat Peluang Klub Indonesia di Level Asia

Kompas.com - 22/01/2019, 18:53 WIB
Para pemain Persija Jakarta merayakan gelar juara Liga 1 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, 9 Desember 2018. BOLASPORT.com/FERI SETIAWAN Para pemain Persija Jakarta merayakan gelar juara Liga 1 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, 9 Desember 2018.

JAKARTA, KOMPAS.com - Juara Liga 1 2018 Persija Jakarta akan memulai asa dalam keikutsertannya di Liga Champions Asia 2019 pada 5 Februari mendatang.

Tampil di kualifikasi tahap pertama, Persija akan menantang wakil Singapura, Home United, di Stadion Jalan Besar, Singapura.

Ajang itu sebenarnya bisa menjadi kesempatan bagi sepak bola Indonesia unjuk gigi di Asia meskipun hanya dalam level klub.

Pasalnya, timnas Indonesia tak pernah lagi beraksi di level benua setelah gagal lolos di tiga perhelatan Piala Asia.

Baca juga: Piala Asia 2019 Dimulai, Indonesia Absen

Namun demikian, kesempatan yang dimiliki Persija untuk lolos ke tahap selanjutnya berpotensi terbuang begitu saja.

Penyebabnya karena Macan Kemayoran, julukan Persija, terancam tak bisa menurunkan empat pemain barunya. Mereka adalah Jahongir Abdumuminov, Bruno Matos, Vinicius Lopez, dan Ryuji Utomo.

Empat pemain itu tak bisa diturunkan karena didatangkan dari klub luar negeri saat jendela transfer Liga 1 belum dibuka.

Liga 1 memang dijadwalkan baru akan dimulai pada Mei mendatang, tepatnya seusai perhelatan Pemilihan Umum. Kepolisian merekomendasikan agar Liga 1 dihelat seusai pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Baca juga: Liga 1 2019 Direncanakan Digelar Setelah Pilpres

Di sisi lain, belum akan segera dimulainya Liga 1 berdampak terhadap belum dibukanya jendela transfer. Mengacu data yang tercantum pada transfer matching system FIFA, jendela transfer Liga 1 baru akan dimulai 15 Februari dan berakhir pada 9 Mei.

Pada peraturan FIFA, perpindahan pemain lintas asosiasi negara memang membutuhkan adanya international transfer certifikat (ITC). Sertifikat ini tak bisa diserahkan selama jendela transfer di asosiasi negara tujuan belum dibuka.

Dikutip dari laman FIFA, pemain baru bisa terdaftar di satu asosiasi setelah adanya penyerahan ITC dari asosiasi sebelumnya. Asosiasi yang mengeluarkan ITC nantinya akan memasukkan salinan ke FIFA. ITC tidak diperlukan jika pemain masih berusia di bawah 12 tahun.

Baca juga: Persija Terancam Tanpa Pemain Asing, Ini 9 Langkah di Bursa Transfer

Manajer Persija Ardhi Tjahjoko mengatakan timnya memang mengalami kerugian. Sebab, absennya keempat pemain itu tentu mengurangi kekuatan tim. Meski demikian, ia yakin timnya tetap kompetitif dengan materi yang ada saat ini.

“Yang jelas kami akan memaksimalkan pemain yang ada. Apalagi Simic top skor kami juga bisa main. Kami sudah bicara dengan pelatih dan manajemen kami siap maksimalkan pemain yang ada sekarang,” kata Ardhi dikutip dari laman Persija, Selasa (22/1/2019).

Sementara itu, PSSI menyatakan bahwa sudah memasukkan jadwal TMS ke FIFA sejak awal, tepatnya saat kompetisi musim 2018 masih berjalan.

Baca juga: Siasat Ivan Kolev dalam Persiapan Persija Hadapi Liga Champions Asia

Kepala Hubungan Media dan Promosi Digital PSSI Gatot Widakdo mengatakan, pihaknya memasukan tanggal 15 Februari karena sudah memperhitungkan penyelenggaraan Pemilu.

"Kami memilih tanggal tersebut lantaran memperhitungkan ada agenda pemilihan umum sehingga kompetisi baru berjalan Mei 2019. Sementara itu, jadwal Persija main di Liga Champions Asia baru dikeluarkan AFC, setelah kami mendaftarkan periode TMS,” ujar Gatot.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X