Dipanggil Lagi, Sekjen PSSI Jawab 17 Pertanyaan Satgas Antimafia Bola

Kompas.com - 04/01/2019, 18:12 WIB
Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria, berbicara kepada media pada acara Press Conference AFF Award di Nusa Dua, Bali, 23 September 2017. YAN DAULAKA/BOLASPORT.COMSekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria, berbicara kepada media pada acara Press Conference AFF Award di Nusa Dua, Bali, 23 September 2017.

KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Ratu Tisha Destria, mengaku telah menjawab total 17 pertanyaan Satgas Anti Mafiabola, ketika memenuhi panggilan kedua pada Jumat (4/1/2019).

Jumlah pertanyaan yang dijawab Ratu Tisha kali ini berkurang enam butir dari panggilan pertama pekan lalu. Saat itu, Ratu Tisha dimintai keterangan selama hampir enam jam.

Pada pemanggilan kedua, Ratu Tisha yang tiba pada pukul 10.00 WIB keluar dar Gedung Oumbusmand pada pukul 15.30 WIB.

"Dari lanjutan kemarin, saya bicara tupoksi struktur organisasi di PSSI, hari ini lebih ke standar dan mekanisme operating  procedure yang ada di PSSI," kata Ratu Tisha dikutip dari BolaSport.com.

Lebih lanjut, Ratu Tisha mengaku juga menjelaskan apa saja langkah PSSI untuk memerangi pengaturan skor dalam pemeriksaan kali ini.

Baca juga: Sepak Bola Indonesia Terancam Tidak Diminati Sponsor

Kata Ratu Tisha, sejak 2017, PSSI sudah mulai bekerja sama dengan Genius Sport yang merupakan lembaga dari FIFA untuk mencatat data-data pertandingan sepak bola di Indonesia.

Lewat data dari Genius Sport, PSSI juga menjatuhkan hukuman larangan berkompetisi pada musim 2019 kepada PSMP Mojokerto Putra.

Keputusan itu diambil Komdis PSSI karena PSMP Mojokerto Putra terbukti melakukan praktik pengaturan skor ketika bertemu Aceh United pada babak delapan besar Liga 2 2018.

"Selain itu, PSSI juga bekerja sama secara teknis dengan JFA (Japan Football Association) yang mengurusi wasit di Indonesia," kata Ratu Tisha.

Baca juga: PT LIB Bantah Ikut Terlibat Pengaturan Skor Liga 2 2018

Rencananya, PSSI juga akan membentuk tim Ad Hoc yang bertugas memberantas kasus pengaturan skor di persepakbolaan Indonesia.

"Hari ini kami saling terbuka antara PSSI dengan Polri untuk mengetahui sistem dan keorganisasiannya seperti apa. Harapan ke depannya bisa jadi sinergi yang baik antara PSSI dan Polri," kata Ratu Tisha. (Mochamad Hary Prasetya)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber BolaSport
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X