Hidayat Dituntut Bantu PSSI Ungkap Mafia Sepak Bola Indonesia

Kompas.com - 04/12/2018, 18:20 WIB
Hidayat (kanan) mengundurkan diri dari Eksekutif Komite (Exco) PSSI terkait isu pengaturan skor atau match-fixing yang melibatkan dirinya.BolaSport/Mochamad Hary Prasetya Hidayat (kanan) mengundurkan diri dari Eksekutif Komite (Exco) PSSI terkait isu pengaturan skor atau match-fixing yang melibatkan dirinya.

KOMPAS.com - Koordinator Save Our Soccer (SOS), Akmal Marhali, mengapresiasi langkah Hidayat yang mundur dari jabatan Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Senin (03/12/2018).

Akmal berharap peristiwa ini bisa menjadi awal perbaikan sepak bola Indonesia, khususnya PSSI, terkait keberadaan mafia yang sering dibicarakan.

Hidayat menyatakan mundur setelah dituduh terlibat dalam kasus pengaturan skor salah satu laga Liga 2 antara Madura FC melawan PSS Sleman. Hidayat mengambil langkah ini untuk menjaga marwah PSSI.

Menanggapi hal ini, Akmal berharap Hidayat mau buka-bukaan terkait kasus yang dituduhkan demi sepak bola Indonesia yang lebih baik.

”Hidayat bisa menjadi whistle-blower (pengungkap kasus) demi kebaikan sepak bola Indonesia untuk melepaskan diri dari jeratan gurita mafia. Kasus pengaturan skor itu selalu sistemik, tidak mungkin dilakukan sendirian," kata Akmal dikutip dari Harian Kompas, Selasa (04/12/2018).

"Kebetulan saja ini hari sialnya Pak Hidayat. Ungkap saja semua seperti dilakukan Bambang Suryo, mantan pelaku (pengatur skor) yang dianggap ’reformer’ (pelaku reformasi) karena banyak mengungkap kasus,” ujar Akmal menambahkan.

Baca juga: 4 Skandal dan Borok Sepak Bola Indonesia, dari Dugaan Korupsi PSSI Rp 720 M hingga Match-fixing SEA Games 2015

Untuk memperbaiki kusutnya sepak bola Indonesia saat ini, Akmal juga berharap Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, bisa memberikan suri tauladan yang baik.

Hal ini berkaitan dengan rangkap jabatan Edy yang selain menjadi Ketum PSSI juga menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara serta pemegang saham mayoritas klub Liga 1, PSMS Medan.

”PSSI adalah anggota FIFA yang harus tunduk pada Statuta. Itu bisa dimulai oleh Edy yang semestinya melepas PSMS ke orang lain," kata Akmal.

"Inilah saatnya ia membuktikan masih layak memimpin PSSI dan melawan gerakan ’Edy Out’ di media sosial. PSSI adalah anggota FIFA yang harus tunduk pada Statuta," tutur Akmal menambahkan.

Baca juga: Kecewa dengan Sepak Bola Indonesia, Bupati Banjarnegara Resmi Tinggalkan Jabatan di PSSI

Isu pengaturan skor di kompetisi sepak bola Indonesia saat ini memang menjadi sorotan. Manajemen klub hingga pemain baru-baru ini mengungkapkan adanya praktik pengaturan skor di Liga 2 maupun Liga 1.

Hingga saat ini, PSSI masih belum memberikan keterangan khusus terkait dengan isu pengaturan skor di berbagai pertandingan musim ini.

Untuk diketahui, Liga 2 maupun Liga 1 musim ini akan berakhir hingga pekan depan.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X