Pelatih PSM Akui Punya Bukti Pengaturan Skor di Sepak Bola Indonesia - Kompas.com

Pelatih PSM Akui Punya Bukti Pengaturan Skor di Sepak Bola Indonesia

Kompas.com - 04/12/2018, 14:08 WIB
Pelatih PSM Makassar, Robert Rene Alberts, berbicara dengan kapten tim, Zulkifli Syukur, saat melawan PSMS Medan pada laga perdana penyisihan Grup A Piala Presiden 2018 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Selasa (16/1/2018) malam.HERKA YANIS PANGARIBOWO/BOLASPORT.COM Pelatih PSM Makassar, Robert Rene Alberts, berbicara dengan kapten tim, Zulkifli Syukur, saat melawan PSMS Medan pada laga perdana penyisihan Grup A Piala Presiden 2018 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Selasa (16/1/2018) malam.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelatih PSM Makassar, Robert Rene Alberts, mengaku memiliki bukti terjadinya match fixing atau pengaturan skor di persepakbolaan Indonesia.

Namun, Rene Alberts tidak mau memberitahukan kapan dan siapa saja yang menjadi dalang pengaturan skor di persepakbolaan Tanah Air.

"Kalau saya seorang wartawan, ini akan menjadi pemberitaan yang sangat bagus dan harus terus dikorek informasinya," kata Rene Albers dikutip dari BolaSport, Selasa (4/12/2018).

"Saya yakin koran yang akan dijual nanti pasti laku keras karena semua orang membacanya. Kalau kamu mau ada bukti atau tidak, saya punya, tetapi saya tidak bisa kasih tahu ke kamu," ucap pelatih asal Belanda tersebut.

Baca juga: PSM Ditahan Bhayangkara, Rene Alberts Tanggapi Bali United Vs Persija

Melatih klub di persepakbolaan Indonesia memang bukan hal yang baru bagi Rene Alberts.

Sebelum bersama PSM, pelatih berusia 64 tahun itu sempat menangani Arema Indonesia musim 2009-2010.

Ia juga pernah melatih beberapa klub di Asia Tenggara, seperti Kedah FA, Sarawak FA, Home United, Tanjong Pagar, dan timnas U-19 Malaysia.

Menurut Rene Alberts, di Singapura dan Malaysia, juga ada kasus pengaturan skor.

Baca juga: Simon McMenemy Bicara soal Pertandingan Melawan PSM

"Saya pernah mengalami ini di Malaysia dan Singapura, tetapi ini berbeda karena di Indonesia orang yang terlibat pengaturan skor masih terlihat," kata Rene Alberts.

"Jadi, lakukan pekerjaan kalian wartawan dan mulailah menginvestigasikan ini," kata mantan pelatih timnas U-19 Korea Selatan tersebut.

Memang saat ini kasus match fixing kembali sedang hangat di Indonesia.

Hal itu terjadi setelah Manajer Madura FC, Yanuar, mengaku mendapatkan tawaran pengaturan skor oleh anggota Komite Eksekutif PSSI, Hidayat, sebelum Liga 2 2018 dimulai.

Hidayat pun akhirnya memutuskan untuk mundur dari Komite Exco PSSI.

Baca juga: Usai Laga Bhayangkara FC Vs PSM, Rene Alberts Akui Banyak Terima Pesan

Meskipun sudah mundur dan mengakui kesalahannya, sampai saat ini Hidayat masih membungkam siapa aktor di belakang pengaturan skor di Indonesia. (Mochamad Hary Prasetya)



Close Ads X