Bima Sakti: Ini Bukan Kiamat Sepak Bola Indonesia - Kompas.com

Bima Sakti: Ini Bukan Kiamat Sepak Bola Indonesia

Kompas.com - 24/11/2018, 15:35 WIB
Sejumlah pesepak bola Indonesia meluapkan kekecewaan setelah gawang Indonesia dibobol Thailand dalam laga lanjutan Piala AFF 2018 di Stadion Nasional Rajamangala, Bangkok, Thailand, Sabtu (17/11/2018). Indonesia dikalahkan tuan rumah Thailand dengan skor 4-2. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay Sejumlah pesepak bola Indonesia meluapkan kekecewaan setelah gawang Indonesia dibobol Thailand dalam laga lanjutan Piala AFF 2018 di Stadion Nasional Rajamangala, Bangkok, Thailand, Sabtu (17/11/2018). Indonesia dikalahkan tuan rumah Thailand dengan skor 4-2.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim nasional Indonesia sudah dipastikan tersingkir dari perhelatan Piala AFF 2018.

Bagi pelatih timnas Indonesia, Bima Sakti, hasil buruk itu bukan akhir segalanya bagi sepak bola Indonesia.

"Ini bukan kiamat buat persepakbolaan Indonesia. Ini, jadi koreksi dan jadi titik buat bangkit," kata Bima dalam konferensi pers di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (24/11/2018).

Bima menyatakan, jika ingin melihat timnas sepak bola Indonesia berprestasi, semua stakeholder sepak bola Indonesia harus bersatu mempersiapkan program bagi timnas.

Programnya pun harus teratur dan disusun dengan baik.

Baca juga: Piala AFF 2018, Andik Prihatin dengan Sikap Sejumlah Suporter

Pelatih timnas Filipina Sven Goran Eriksson bersalaman dengan pelatih timnas Indonesia Bima Sakti saat konferensi pers di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (24/11/2018). Timnas Indonesia akan bertanding melawan Filipina dalam laga terakhir Grup D Piala AFF 2018 di SUGBK, Minggu (25/11/2018).Kompas.com/Alsadad Rudi Pelatih timnas Filipina Sven Goran Eriksson bersalaman dengan pelatih timnas Indonesia Bima Sakti saat konferensi pers di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (24/11/2018). Timnas Indonesia akan bertanding melawan Filipina dalam laga terakhir Grup D Piala AFF 2018 di SUGBK, Minggu (25/11/2018).

Ada beberapa hal yang dinilai Bima perlu diperhatikan, seperti pemusatan latihan dan lawan-lawan yang dipilih untuk beruji coba. Bagi Bima, hal-hal tersebut perlu dikomunikasikan dengan melibatkan semua stakeholder sepak bola.

"Karena bukan hanya pelatih yang harus menyusun program, tetapi semuanya. Ini pertandingan uji coba lawan apa dan karena format kompetisi AFF tahun ini ada laga away, tentu kita harus persiapan uji coba," ucap Bima.

"Saya pikir kita harus bangkit sama-sama untuk kemajuan sepak bola Indonesia. Saya harap semua stakeholder harus bisa bahu-membahu memperbaiki kekurangan," kata Bima.

Baca juga: Piala AFF 2018, Dukungan kepada Bima Sakti untuk Tetap Latih Timnas

Timnas Indonesia tercatat tiga kali beruji coba dalam persiapan menghadapi Piala AFF 2018. Tiga laga uji coba masing-masing melawan Mauritius (menang 1-0) pada 9 September, versus Myanmar (menang 3-0) pada 10 Oktober, dan versus Hong Kong (imbang 1-1) pada 16 Oktober.

Ketiga laga tersebut berlangsung di dalam negeri, tepatnya di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang.

Padahal, pada Piala AFF 2018, setiap tim menjalani empat laga di babak penyisihan, terdiri atas dua laga kandang dan dua laga tandang.

Baca juga: Selain Gugur di Piala AFF 2018, Timnas Indonesia Pun Kena Denda


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X