Bali United Kalah Lagi, Widodo Siap Pasang Badan - Kompas.com

Bali United Kalah Lagi, Widodo Siap Pasang Badan

Kompas.com - 12/05/2018, 13:33 WIB
Pelatih Bali United, Widodo Cahyono Putro, saat sesi konfrensi pers usai timnya mengalahkan Tampines Rovers FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Selasa (16/1/2018).YAN DAULAKA/BOLASPORT.COM Pelatih Bali United, Widodo Cahyono Putro, saat sesi konfrensi pers usai timnya mengalahkan Tampines Rovers FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Selasa (16/1/2018).

KOMPAS.com - Mitra Kukar mengalahkan Bali United dengan skor 3-1 pada pertandingan lanjutan Liga 1 di Stadion Aji Imbut, Jumat (11/5/2018).

Bomber Mitra, Fernando Rodrigues, menjadi pahlawan dengan torehan dua gol pada menit ke-30 dan 34 sedangkan satu gol dicetak Septian David Maulana pada menit kelima.

Kebobolan tiga gol, pelatih Bali United Widodo C Putro menggantikan Milos Krkotic dengan Miftahul Hamdi pada menit ke-59. Keputusan Widodo memainkan Miftahul berdampak positif karena Bali United mampu mencetak gol pada menit ke-73.

(Baca Juga: VIDEO - Egy Maulana Vikri Jalani Tes Sebelum Gabung Latihan Lechia Gdansk)

Namun, Bali United gagal menyamakan kedudukan hingga peluit akhir pertandingan. Ini menjadi kekalahan keempat secara beruntun yang dialami skuad berjulukan Serdadu Tridatu karena sebelumnya, mereka dibungkam Global Cebu (1-3), PS Tira (1-2) dan Sriwijaya FC (3-4).

Menanggapi hasil tersebut, Widodo menyatakan diri siap pasang badan atau bertanggung jawab. Widodo tak ingin mencari kambing hitam karena hasil buruk ini.

"Kami akui kami kalah. Tetapi kami apresiasi terus pemain yang berjuang, tetap semangat, semua jangan saling menyalahkan. Tanggung jawab saya atas kekalahan ini," ujar Widodo dilansir BolaSport.com dari Tribun Bali.

Widodo juga mengatakan bahwa permainan Mitra Kukar sangat cepat. Gol Septian pada menit awal membuat Bali United kesulitan mengembangkan permainan.

"Memang situasi yang sulit untuk kami. Mereka mencetak dua gol dalam waktu lima menit," ungkap Widodo.

"Pada babak kedua, para pemain terus berusaha membalas, namun sayangnya hanya tercipta satu gol." (Stefanus Aranditio)


Komentar

Close Ads X