Setelah Antarkan Australia ke Piala Dunia 2018, Sang Pelatih Mundur

Kompas.com - 22/11/2017, 09:37 WIB
Para pemain Australia merayakan gol yang dicetak oleh kapten Mile Jedinak pada laga play-off Piala Dunia melawan Honduras, Rabu (15/11/2017). Dok. Adelaide United FCPara pemain Australia merayakan gol yang dicetak oleh kapten Mile Jedinak pada laga play-off Piala Dunia melawan Honduras, Rabu (15/11/2017).
|
EditorEris Eka Jaya

KOMPAS.com - Setelah lolos ke Piala Dunia 2018, tim nasional Australia justru harus mencari pelatih baru.

Arsitek tim yang membawa mereka lolos ke turnamen tersebut, Ange Postecoglou, menyatakan mundur.

Seperti dilansir BolaSport.com dari situs The Guardian, Ante Postecoglou menanggalkan jabatannya.

Dia mengaku tidak tahan dengan tekanan sepak bola internasional.

Keputusan sosok berusia 52 tahun ini mengejutkan karena terjadi satu minggu setelah membawa Socceroos, julukan timnas Australia, lolos ke putaran final Piala Dunia 2018.

Australia meraih satu tiket setelah mengalahkan Honduras dengan agregat 3-1 pada babak play-off.

Baca juga : Gol Sang Kapten Bawa Australia Lolos ke Piala Dunia 2018

Dia membuat pengumuman tersebut setelah berbicara dengan petinggi Asosiasi Sepak Bola Australia.

"Setelah berpikir panjang dan introspeksi diri, saya memutuskan perjalanan saya sudah selesai sebagai pelatih Australia," kata Postecoglou.

Dalam konferensi pers di Sydney, Postecoglou menyebut bahwa jabatan pelatih timnas Australia selama empat tahun membawa dampak negatif baik untuk urusan pribadi maupun profesional dirinya.

"Sebuah kehormatan bisa melatih negara saya, membawa mereka lolos ke Piala Dunia 2014, juara Piala Asia 2015, dan lolos ke Piala Dunia 2018," ujar Postecoglou.

"Namun, semua ini membawa efek untuk saya, baik secara pribadi maupun profesional. Saya sudah mendedikasikan semua kemampuan saya karena saya tahu ini periode penting bagi sepak bola Australia. Namun, dengan berat hati, saya harus mengakhiri semuanya," ujar dia menambahkan.

Bagi Postecoglou, tanggung jawab sebagai pelatih tim nasional terlalu berat.

"Melatih tim nasional adalah kehormatan, sekaligus memberi tanggung jawab yang sangat besar. Saya rasa ini waktu yang tepat untuk meneruskan tanggung jawab tersebut ke seseorang yang punya energi yang dibutuhkan," ucap Postecoglou. (Lariza Oky Adisty)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber BolaSport
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X