Romelu Lukaku dan Upaya Memperbaiki Reputasi Belgia di Old Trafford

Kompas.com - 10/07/2017, 21:40 WIB
Penyerang Belgia, Romelu Lukaku, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Irlandia pada pertandingan penyisihan Grup E Piala Eropa 2016 di Stadion Matmut Atlantique, Bordeaux, Sabtu (18/6/2016). EMMANUEL DUNAND/AFPPenyerang Belgia, Romelu Lukaku, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Irlandia pada pertandingan penyisihan Grup E Piala Eropa 2016 di Stadion Matmut Atlantique, Bordeaux, Sabtu (18/6/2016).
|
EditorJalu Wisnu Wirajati

KOMPAS.com - Romelu Lukaku adalah komponen yang hilang dari skuad mewah Manchester United musim 2016-2017. Namun, belajar dari sejarah, striker asal Belgia itu bisa saja menambah daftar kisah flop wakil negaranya di Old Trafford.

Setan Merah, demikian julukan Manchester United, memang tidak begitu ramah buat pemain Belgia. Tengok saja para kompatriot Lukaku yang pernah berkarier di sana. Dari lima nama, tidak satu pun tergolong menorehkan karier dengan predikat luar biasa.

Floribert Ngalula menjadi alfa dari wakil Belgia di Old Trafford. Dia direkrut dari Anderlecht pada 2003 dan gagal menembus tim utama Manchester United.

Setelah Ngalula, ada Ritchie De Laet dan Marnick Vermijl. Dua nama terakhir cuma menjalani karier berdurasi satu tahun dan melakoni tidak lebih dari sepuluh laga.

Reputasi Belgia di Old Trafford sempat agak terangkat pada 2013. Tahun tersebut, manajemen mempromosikan Adnan Januzaj dari tim yunior dan mengakuisisi Marouane Fellaini dari Everton.

Aksi gelandang Man United, Marouane Fellaini, dalam laga Community Shield kontra Leicester City, Minggu (7/8/2016). Pada pertandingan itu, Man United meraih kemenangan dengan skor 2-1.IAN KINGSTON/AFP Aksi gelandang Man United, Marouane Fellaini, dalam laga Community Shield kontra Leicester City, Minggu (7/8/2016). Pada pertandingan itu, Man United meraih kemenangan dengan skor 2-1.

Serupa Lukaku, harapan besar dipikul Januzaj dan Fellaini. Nahas, keduanya gagal mengangkat prestasi klub meskipun tampil reguler sepanjang musim 2013-2014.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di bawah asuhan David Moyes sebagai manajer tetap plus Ryan Giggs selaku interim, Manchester United mengakhiri Premier League, kasta pertama Liga Inggris, musim tersebut di peringkat ketujuh, capaian terburuk dalam dua dekade.

Setelahnya, Januzaj meredup. Dia lebih sering dipinjamkan ke klub lain, dari Borussia Dortmund hingga Sunderland.

Adapun peruntungan Fellaini lebih baik. Dia masih bertahan di tim utama hingga kini dan sudah melakoni 133 laga dengan seragam Setan Merah.

Dengan harga lebih mahal yakni 75 juta poundsterling (sekitar Rp 1,3 triliun), Lukaku tentu diharapkan menuliskan cerita lebih baik bersama Manchester United. Ada sejumlah faktor pendukung buat klien dari Mino Raiola itu.

Baca juga: AC Milan Resmi Lepas Gelandang "Paling Kasar" di Liga Italia

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X