Bagi Capello, Ronaldo adalah Pemain yang Sulit Diatur, Mengapa?

Kompas.com - 06/06/2017, 15:00 WIB
Salah satu ekspresi pelatih tim nasional Rusia, Fabio Capello, pada pertandingan kualifikasi Piala Eropa 2016, antara timnya dan Austria, di Stadion Ernst Happel, Sabtu (15/11/2014), yang berakhir 1-0 untuk tuan rumah. AFP PHOTO / CHRISTIAN BRUNASalah satu ekspresi pelatih tim nasional Rusia, Fabio Capello, pada pertandingan kualifikasi Piala Eropa 2016, antara timnya dan Austria, di Stadion Ernst Happel, Sabtu (15/11/2014), yang berakhir 1-0 untuk tuan rumah.
|
EditorEris Eka Jaya

KOMPAS.com - Pelatih legendaris Italia, Fabio Capello (70), menjawab pertanyaan seputar pemain yang paling susah diatur dalam karier kepelatihannya.

Ternyata, sosok bengal di mata Fabio Capello adalah Ronaldo Luis Nazario de Lima yang merupakan anak asuhnya di Real Madrid.

"Pemain paling sulit ditangani adalah pemain paling hebat yang pernah saya latih, Ronaldo, sang fenomena," kata Fabio Capello seperti dilansir AS, Senin (5/6/2017).

Juru taktik yang menukangi Real Madrid dalam periode 6 Juli 2006 sampai 28 Juni 2007 ini pun menceritakan kisah pada November 2006 ketika Ronaldo baru sembuh dari cedera dan mengalami kegemukan.

"Saat itu, dia sembuh dari cedera pada bulan November dengan berat mencapai 96 kilogram," ujar Capello.

"Saya bertanya kepada dia, 'Berapa berat Anda ketika menjuarai Piala Dunia 2002 di Korea dan Jepang?'. Dia memberi tahu saya beratnya adalah 84 kg. Kemudian, saya meminta agar setidaknya dia bisa menurunkan berat hingga 88 atau 87 kg," ucap Capello.

Bukannya mengikuti petunjuk sang pelatih, Ronaldo malah mengabaikannya.

Baca juga: Ibrahimovic: Ronaldo Brasil Lebih "Alami" daripada Cristiano Ronaldo

"Pada akhirnya, dia tidak mau menurunkan berat badan. Sangat disayangkan mengetahui seorang pemain dengan talenta hebat tidak mau melakukan sedikit pengorbanan. Dia cuma menyentuh berat 94 kg," kata Capello.

"Lalu, dia saya duetkan bersama Ruud van Nistelrooy dalam tiga pertandingan dan kami kalah di ketiga pertandingan tersebut," tutur Capello.

Kendati kerepotan mengurus Ronaldo, Capello sukses membawa Real Madrid menjadi kampiun La Liga, kasta teratas Liga Spanyol, pada musim 2006-2007.

Ronaldo yang pada musim tersebut cuma mengemas satu gol di La Liga akhirnya hengkang ke AC Milan.

Pemilik Ballon d'Or 1997 dan 2002 ini kalah bersaing dengan Van Nistelrooy yang keluar sebagai top scorer divisi paling elite Negeri Matador itu berkat torehan 25 gol. (Septian Tambunan)



Sumber JUARA
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X