Patrich Wanggai dan Janji yang Belum Terwujud untuk Papa di Surga

Kompas.com - 03/03/2017, 07:07 WIB
Penyerang PBFC II, Patrich Wanggai jadi pencetak gol kemenangan timnya atas Persib pada leg pertama semifinal Piala Presiden 2017 di Stadion Segiri, Samarinda, Kamis (2/3/2017) malam. HERKA YANIS PANGARIBOWO/BOLA/JUARA.NETPenyerang PBFC II, Patrich Wanggai jadi pencetak gol kemenangan timnya atas Persib pada leg pertama semifinal Piala Presiden 2017 di Stadion Segiri, Samarinda, Kamis (2/3/2017) malam.
|
EditorAloysius Gonsaga AE

SAMARINDA, KOMPAS.com - Gol yang diciptakan Patrich Wanggai ke gawang Persib Bandung pada Kamis (2/3/2017), sangat berarti bagi penyerang asal Papua tersebut.

Selain membuka peluang Pusamania Borneo FC (PBFC) II lolos ke final Piala Presiden 2017, gol tersebut didedikasikan Wanggai sebagai kado untuk mendiang ayahnya yang berulang tahun pada hari ini. Ayah Wanggai, Benyamin Wanggai, meninggal pada 1 Oktober 2011 akibat penyakit kanker.

Kepergian Benyamin hanya berjarak satu bulan sebelum Wanggai tampil bersama tim nasional U-23 di SEA Games XXVI pada November 2011.

"Saya bersyukur kepada Tuhan Yesus atas gol ini. Gol kemenangan ini saya tujukan untuk papa di surga. Soalnya papa berulang tahun pada hari ini," kata Wanggai kepada Kompas.com.

Dalam wawancara dengan Kompas.com pada 2011, Wanggai menceritakan bahwa dia sempat mendapatkan larangan dari ayahnya untuk bermain sepak bola. Namun, kecintaan penyerang dengan tinggi 174 cm terhadap sepak bola begitu besar membuat Benyamin luluh.

"Papa suruh aku kuliah. Tapi namanya udah cinta sama sepak bola, jadi tetap mau main bola. Mama juga agak larang. Cuma aku ngomong ke Mama sama Papa, jadinya diizinin terus main bola," ungkapnya.

ADEK BERRY / AFP Penyerang tim nasional Indonesia, Patrich Wanggai (kiri) merayakan golnya setelah membobol gawang Thailand pada pertandingan SEA Games di Jakarta, 13 November 2011. Indonesia menang 3-1 atas Thailand.

Saat itu, Wanggai berambisi membawa Indonesia meraih medali emas yang akan dipersembahkan untuk ayahnya.

Wanggai kemudian berupaya keras mewujudkannya impiannya tersebut. Penyerang kelahiran Nabire pada 27 Juni 1988 tersebut menjadi mesin gol tim Merah Putih dengan torehan lima gol, hanya terpaut satu gol dari pencetak gol terbanyak SEA Games yakni Lamnao Singto (Laos).

Penampilan apik Wanggai mengundang pujian dari pelatih Rahmad Darmawan. 

"Kaki kanan dan kiri yang sama-sama hidup. Kita sudah lama tidak punya penyerang seperti dia (Patrich). Jika terus konsisten dan mau belajar, saya bilang dia akan jadi striker top Indonesia," kata pelatih yang akrab disapa RD tersebut.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X