Kompas.com - 20/01/2017, 07:21 WIB
|
EditorAloysius Gonsaga AE

3. Antun “Tony” Pogacnik (Yugoslavia/1954-1964 & 1977)

Pelatih asing yang begitu mencintai Indonesia. "Tentu saja saya mencintai negeri kelahiran Yugoslavia. Namun, saya juga mencintai Indonesia. Saya ingin menjadi warga negara negeri ini dan terkubur di sini," ujarnya seperti ditulis BOLAVAGANZA.

Empat tahun setelah berujar begitu, pelatih dikenal dengan nama Tony Pogacnik itu wafat di Indonesia. Ia pun sudah menjadi warga negara Indonesia sebelum wafat.

Mantan pemain timnas Yugoslavia 1937-1941 itu dikontrak PSSI selama lima tahun sejak 1954 dan diperpanjang lima tahun lagi pada 1959.

Selama 10 tahun, ia membawa banyak catatan positif buat timnas Indonesia. Indonesia menghuni peringkat keempat Asian Games 1954 Manila, menahan imbang Uni Soviet 0-0 pada Olimpiade 1956, dan medali perunggu Asian Games 1958 Tokyo. Setelah di Tokyo, Tony mendapat tantangan meloloskan Indonesia ke Piala Dunia 1958.

Meski akhirnya lolos ke babak kedua kualifikasi, Indonesia mengundurkan diri karena alasan politik, yakni penolakan terhadap Israel.

Tahun 1977, ia kembali menerima permintaan PSSI untuk menangani timnas di Kualifikasi Piala Dunia 1978. Namun, Indonesia gagal lolos ke putaran final.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ajang Internasional

  • Perempat Final Olimpiade 1956
  • Peringkat Keempat Asian Games 1954
  • Perunggu Asian Games 1958
  • Fase Grup Asian Games 1962
  • Kualifikasi Piala Dunia 1978

4. Endang Witarsa (1966-1970, 1981)

Meski bergelar dokter gigi, Endang Witarsa (Liem Soen Joe) memilih mengabdi di dunia sepak bola. Bersama timnas Indonesia ia sudah melalui beberapa laga internasional.

Seperti dilansir BOLA edisi April 2008, pelatih yang akrab disapa Opa Endang itu sudah menggondol gelar Piala Raja (Bangkok/1968), Merdeka Games (Malaysia/1969), Aga Khan Cup (Banglades/1969), dan Anniversary Cup (Jakarta/1972).

Opa juga menjadi salah satu tokoh sepak bola yang sangat melegenda. Ia menerima penghargaan Lifetime Achievement dari Tabloid BOLA pada 2004.

Pengabdiannya juga berbuah dua penghargaan lain, yaitu Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai pelatih terlama (55 tahun) dan tertua (90 tahun), pada 21 Januari 2007.

Ajang Internasional

  • Perempat Final Asian Games 1966
  • Juara Piala Raja 1968
  • Runner-up Piala Raja 1969
  • Juara Aga Khan 1969
  • Peringkat Keempat Piala Raja 1970
  • Perempat Final Asian Games 1970
  • Juara Anniversary Cup 1972
  • Kualifikasi Piala Dunia 1982

5. EA Mangindaan (1970-1971)

Erents Albert Mangindaan mulai naik ketika menjadi asisten Antun "Tony" Pogacnik. Ia menjadikan pemain-pemain PSM, seperti Ramang, Suwardi Arland, dan Nursalam, sebagai trio penyerang paling fenomenal waktu itu.

Di bawah arahannya Indonesia menempati peringkat ketiga di Saigon Cup 1970.

Ajang Internasional

  • Peringkat Ketiga Saigon Cup 1970
  • Peringkat Kelima Asian Games 1970



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Barcelona Vs Real Madrid: Pos Messi Diisi Bek, Barca Catat Rekor Jelek

Barcelona Vs Real Madrid: Pos Messi Diisi Bek, Barca Catat Rekor Jelek

Liga Spanyol
Hasil Barcelona Vs Real Madrid: Aguero Debut El Clasico dan Cetak Gol, Barca Kalah 1-2

Hasil Barcelona Vs Real Madrid: Aguero Debut El Clasico dan Cetak Gol, Barca Kalah 1-2

Liga Spanyol
HT Man United Vs Liverpool: Ronaldo Frustrasi, The Reds Unggul 4-0

HT Man United Vs Liverpool: Ronaldo Frustrasi, The Reds Unggul 4-0

Liga Inggris
Daftar Juara MotoGP sejak 2002, Fabio Quartararo Ukir Sejarah

Daftar Juara MotoGP sejak 2002, Fabio Quartararo Ukir Sejarah

Sports
Perpisahan Emosional Valentino Rossi - Lautan Kuning, Raih Trofi, Marquez...

Perpisahan Emosional Valentino Rossi - Lautan Kuning, Raih Trofi, Marquez...

Motogp
Babak I Barcelona Vs Real Madrid: Buang Kans Emas, Barca Tertinggal 0-1

Babak I Barcelona Vs Real Madrid: Buang Kans Emas, Barca Tertinggal 0-1

Liga Spanyol
Hasil West Ham Vs Tottenham, Sundulan Antonio Bawa The Hammers Menang 1-0

Hasil West Ham Vs Tottenham, Sundulan Antonio Bawa The Hammers Menang 1-0

Sports
Fabio Quartararo Juara Dunia, MotoGP Menyambut Superstar Baru

Fabio Quartararo Juara Dunia, MotoGP Menyambut Superstar Baru

Sports
Mohammed Rashid, Top Skor Persib dan Selebrasi Tarian Jaipong

Mohammed Rashid, Top Skor Persib dan Selebrasi Tarian Jaipong

Liga Indonesia
Tangis Quartararo Pecah Usai Dipastikan Jadi Juara Dunia MotoGP 2021

Tangis Quartararo Pecah Usai Dipastikan Jadi Juara Dunia MotoGP 2021

Motogp
Link Live Streaming Man United Vs Liverpool, Kick-off 22.30 WIB

Link Live Streaming Man United Vs Liverpool, Kick-off 22.30 WIB

Liga Inggris
MotoGP Emilia Romagna: 10 untuk Valentino Rossi, Sayonara Italia!

MotoGP Emilia Romagna: 10 untuk Valentino Rossi, Sayonara Italia!

Motogp
Fabio Quartararo, Pemutus Dominasi Pebalap Spanyol di MotoGP

Fabio Quartararo, Pemutus Dominasi Pebalap Spanyol di MotoGP

Sports
Klasemen MotoGP Usai Quartararo Juara Dunia di GP Emilia Romagna

Klasemen MotoGP Usai Quartararo Juara Dunia di GP Emilia Romagna

Motogp
Perjalanan Quartararo Juara Dunia MotoGP, Akhir Dramatis di Balapan Perpisahan Rossi

Perjalanan Quartararo Juara Dunia MotoGP, Akhir Dramatis di Balapan Perpisahan Rossi

Sports
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.