Kompas.com - 20/01/2017, 07:21 WIB
|
EditorAloysius Gonsaga AE

6. Suwardi Arland (1971-1974 & 1976-1978)

Suwardi bersama Ramang dan Nursalam memang top sebagai trio maut ketika masih aktif menjadi pemain. Namun, tak demikian dengan karier kepelatihan Suwardi.

Karier kepelatihannya tak mentereng meski lumayan punya kesempatan lama membesut Merah-Putih.

Ajang Internasional

  • Peringkat Keempat Piala Raja 1971
  • Peringkat Keempat SEA Games 1977

7. Djamiat Dalhar (1974)

Djamiat Dalhar menjadi salah satu ikon fenomenal dalam sepak bola Indonesia. Djamiat mencetak sejarah manis setelah tim besutannya mengalahkan Uruguay 2-1 dalam pertandingan persahabatan di Jakarta tahun 1974.

Prestasi top ini dipersembahkan Djamiat sekaligus kado ulang tahun ke-44 PSSI.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya, ia menjadi kolumnis di sebuah surat kabar nasional bertajuk “Brainplayer Indonesia Nomer I” sejak tahun 1953.

8. Aang Witarsa (1974-1975)

Semasa menjadi pemain, Aang dikenal memiliki kualitas apik. Dia merupakan salah satu anggota skuat Indonesia pada Olimpiade 1956.

Sebelum meracik timnas, ia lebih dulu menangani Persib Bandung. Tak ada hasil signifikan di timnas sebab ia hanya melatih satu tahun. Meski demikian, Aang menyerap ilmu kepelatihan dari Leipzig, Jerman Timur.

9. Wiel Coerver (Belanda/1975-1976 & 1979)

Arsitek asal Belanda Wiel Coerver dan asistennya Wim Hendriks didaratkan PSSI demi target lolos Kualifikasi Olimpiade 1976. Coerver punya catatan manis, yakni gelar Piala UEFA bersama Feyenoord Rotterdam.

Ia lalu menggagas terbentuknya turnamen segitiga antara Indonesia, Ajax Amsterdam, dan Manchester United. Selanjutnya giliran klub asal Austria, Voest Linz, dan Grasshopper.

Ia menggembleng 40 pemain di Diklat Salatiga. Pada 12 Januari 1976, Indonesia menahan imbang Grasshopper 3-3. Ketika melawan Voest Linz pada 14 Desember 1975, 25.000 penonton Indonesia harus kecewa. Kondisi nonteknis tim juga panas berkaitan dengan bongkar-pasang kepengurusan PSSI.

Campur tangan terhadap kekuasaan Coerver di lapangan juga kerap terjadi. Intervensi Maladi–saat itu sebagai Dewan Penasihat PSSI–ketika melawan Voest Linz semakin menambah panas hubungan antara Coerver dan federasi.

Konflik itu mengerucut dan membuat pelatih yang terkenal dengan metode piramidanya itu tak betah. Alhasil, target lolos ke Olimpiade 1976 itu pun gagal tercapai.

Indonesia kalah adu penalti dari Korea Utara. Kontrak Coerver berakhir pada Mei 1976. Namun, ia kembali dipanggil PSSI untuk menjadi penasihat timnas SEA Games 1979. Garuda meraih perak.

Ajang Internasional

  • Kualifikasi Olimpiade 1976
  • Perak SEA Games 1979



Rekomendasi untuk anda
STAND UP COMEDY INDONESIA
Stand Up Akbar: Orang Indonesia Mau Duit, tapi Gak Mau Kerja - SUCI 1
Stand Up Akbar: Orang Indonesia Mau...
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rekap Hasil Final Denmark Open: Viktor Axelsen Juara, Jepang Sabet 3 Gelar

Rekap Hasil Final Denmark Open: Viktor Axelsen Juara, Jepang Sabet 3 Gelar

Badminton
Daftar 5 Pencetak Gol Terbanyak Liga Inggris Asal Benua Afrika

Daftar 5 Pencetak Gol Terbanyak Liga Inggris Asal Benua Afrika

Sports
Profil David Alaba, Pemain Serba Bisa Asal Austria

Profil David Alaba, Pemain Serba Bisa Asal Austria

Sports
Link Live Streaming Inter Milan Vs Juventus, Kick-off 01.45 WIB

Link Live Streaming Inter Milan Vs Juventus, Kick-off 01.45 WIB

Liga Italia
Hasil Man United Vs Liverpool - Gol Ronaldo Dianulir, Pogba Diusir, MU Hancur 0-5!

Hasil Man United Vs Liverpool - Gol Ronaldo Dianulir, Pogba Diusir, MU Hancur 0-5!

Liga Inggris
Tekuk Barcelona di Camp Nou, Real Madrid Rajai 4 El Clasico Beruntun

Tekuk Barcelona di Camp Nou, Real Madrid Rajai 4 El Clasico Beruntun

Liga Spanyol
Akhiri Tren Kekalahan dari Momota, Axelsen Juara Denmark Open 2021

Akhiri Tren Kekalahan dari Momota, Axelsen Juara Denmark Open 2021

Badminton
Barcelona Vs Real Madrid: Pos Messi Diisi Bek, Barca Catat Rekor Jelek

Barcelona Vs Real Madrid: Pos Messi Diisi Bek, Barca Catat Rekor Jelek

Liga Spanyol
Hasil Barcelona Vs Real Madrid: Aguero Debut El Clasico dan Cetak Gol, Barca Kalah 1-2

Hasil Barcelona Vs Real Madrid: Aguero Debut El Clasico dan Cetak Gol, Barca Kalah 1-2

Liga Spanyol
HT Man United Vs Liverpool: Ronaldo Frustrasi, The Reds Unggul 4-0

HT Man United Vs Liverpool: Ronaldo Frustrasi, The Reds Unggul 4-0

Liga Inggris
Daftar Juara MotoGP sejak 2002, Fabio Quartararo Ukir Sejarah

Daftar Juara MotoGP sejak 2002, Fabio Quartararo Ukir Sejarah

Sports
Perpisahan Emosional Valentino Rossi - Lautan Kuning, Raih Trofi, Marquez...

Perpisahan Emosional Valentino Rossi - Lautan Kuning, Raih Trofi, Marquez...

Motogp
Babak I Barcelona Vs Real Madrid: Buang Kans Emas, Barca Tertinggal 0-1

Babak I Barcelona Vs Real Madrid: Buang Kans Emas, Barca Tertinggal 0-1

Liga Spanyol
Hasil West Ham Vs Tottenham, Sundulan Antonio Bawa The Hammers Menang 1-0

Hasil West Ham Vs Tottenham, Sundulan Antonio Bawa The Hammers Menang 1-0

Sports
Fabio Quartararo Juara Dunia, MotoGP Menyambut Superstar Baru

Fabio Quartararo Juara Dunia, MotoGP Menyambut Superstar Baru

Sports
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.