Kompas.com - 17/12/2016, 13:05 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini
EditorTri Wahono

KOMPAS.com — Menyaksikan bagaimana ramai dan berduyun-duyunnya masyarakat pencinta sepak bola untuk memperoleh tiket menonton laga final sepak bola Piala AFF minggu lalu mengingatkan saya pada Stadion Ikada.

Stadion Ikada (Ikatan Atletik Djakarta) merupakan stadion terbesar dan termegah pada tahun 1950-an yang terletak di lapangan Gambir, sekarang kawasan Monas. Di sinilah tempat berlangsungnya pertandingan sepak bola yang menarik banyak pengunjung, para pencinta sepak bola, kala itu.

Tidak hanya laga bola dari kesebelasan domestik, tetapi kerap pula pertandingan sepak bola tim Indonesia melawan beberapa kesebelasan luar negeri. Pencinta bola di Indonesia terlihat tidak pernah surut fanatismenya, walau kesebelasan kesayangannya, sudah lama sekali, dan sangat jarang dapat meraih prestasi yang dapat dibanggakan.

Refleksi dari kecintaan masyarakat luas terhadap para pemain bola tingkat nasional terlihat dari munculnya nama-nama pemain bola terkenal dalam pergunjingan tentang bola di masyarakat luas sehari-hari.

Pada tahun 1950-an menjelang awal tahun 1960-an, nama-nama pemain bola beken saat itu antara lain adalah Suwardi, Ramang, Noorsalam, sebagai trio penyerang PSM Makassar. Di Persija Jakarta muncul nama seperti Djamiat, Witarsa, Kiat Sek, dan Tan Liong How.

Sementara itu, kiper yang terkenal adalah Van der Vin, keturunan Belanda, lalu ada Saelan. Pelatih yang sangat terkenal pada masa itu adalah Antun “Toni” Pogacnik, mantan pemain ulung yang kerap memperkuat kesebelasan Yugoslavia.

Pelatih inilah yang pernah membawa kesebelasan nasional Indonesia muncul di panggung global yang secara mengejutkan menahan seri 0–0 kesebelasan Rusia.

Pertandingan pada kancah Olimpiade Melbourne 1956 itu mungkin menjadi satu-satunya prestasi tingkat dunia yang pernah dicapai tim nasional Indonesia.

Pada pertandingan ulangan dua hari kemudian, Indonesia dikalahkan Rusia dengan skor 4–0.

Untuk diketahui, pada Olimpiade 1956, kesebelasan Rusia adalah tim yang berhasil meraih medali emas dalam cabang olahraga sepak bola.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kejuaraan Dunia 2022: Potensi Ginting Vs Axelsen, Angin Bisa Jadi Penentu

Kejuaraan Dunia 2022: Potensi Ginting Vs Axelsen, Angin Bisa Jadi Penentu

Badminton
Jadwal Final Piala AFF U16 Indonesia Vs Vietnam

Jadwal Final Piala AFF U16 Indonesia Vs Vietnam

Liga Indonesia
Final Piala AFF U16 Indonesia Vs Vietnam: Adu Tajam Nabil Asyura dan Phan Thanh Duc Thien

Final Piala AFF U16 Indonesia Vs Vietnam: Adu Tajam Nabil Asyura dan Phan Thanh Duc Thien

Sports
Final Piala AFF U16, Bima Sakti Soroti Perjalanan Timnas Vietnam ke Jerman

Final Piala AFF U16, Bima Sakti Soroti Perjalanan Timnas Vietnam ke Jerman

Liga Indonesia
Jadwal Final Piala AFF U16 Indonesia Vs Vietnam: Kans Garuda Asia Tambah Gelar

Jadwal Final Piala AFF U16 Indonesia Vs Vietnam: Kans Garuda Asia Tambah Gelar

Liga Indonesia
Jadwal Liga 1: Ujian Pertama Persib Tanpa Robert, Persebaya-Persija Jumpa Tim Tak Terkalahkan

Jadwal Liga 1: Ujian Pertama Persib Tanpa Robert, Persebaya-Persija Jumpa Tim Tak Terkalahkan

Sports
Final Piala AFF U16 2022: Peluang Indonesia Gagalkan Vietnam Jadi Raja AFF U16

Final Piala AFF U16 2022: Peluang Indonesia Gagalkan Vietnam Jadi Raja AFF U16

Liga Indonesia
Hadapi Mantan Tim, Pemain PSS Sleman Waspadai Legiun Asing Barito Putera

Hadapi Mantan Tim, Pemain PSS Sleman Waspadai Legiun Asing Barito Putera

Sports
Final Piala AFF U16: Timnas Vietnam Diguyur Bonus Lagi, Tembus Rp 300 Juta

Final Piala AFF U16: Timnas Vietnam Diguyur Bonus Lagi, Tembus Rp 300 Juta

Liga Indonesia
Perbedaan Main di Bek Kanan Persib dan Timnas Bagi Kakang Rudianto

Perbedaan Main di Bek Kanan Persib dan Timnas Bagi Kakang Rudianto

Liga Indonesia
Piala AFF U16 2022: Timnas U16 Indonesia ke Final, PSSI Siapkan Bonus

Piala AFF U16 2022: Timnas U16 Indonesia ke Final, PSSI Siapkan Bonus

Liga Indonesia
Final Piala AFF U16 2022: Bagaimana Rekor Indonesia dan Vietnam di Partai Puncak?

Final Piala AFF U16 2022: Bagaimana Rekor Indonesia dan Vietnam di Partai Puncak?

Sports
Jadwal Piala Dunia 2022: Laga Pembuka Dimajukan, Tradisi Bisa Terjaga

Jadwal Piala Dunia 2022: Laga Pembuka Dimajukan, Tradisi Bisa Terjaga

Internasional
Mengenal 2 Jenis Pukulan Lob pada Bulu Tangkis

Mengenal 2 Jenis Pukulan Lob pada Bulu Tangkis

Sports
Ancelotti: Tak Ada yang Meragukan, Benzema Layak Raih Ballon d'Or

Ancelotti: Tak Ada yang Meragukan, Benzema Layak Raih Ballon d'Or

Liga Spanyol
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.