Kompas.com - 25/02/2016, 16:17 WIB
Pintu gerbang Kantor PSSI di Senayan, Jakarta, disegel oleh massa dari Pecinta Sepakbola Indonesia, Minggu (19/4/2015). Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menjatuhkan sanksi administratif kepada PSSI yang isinya memutuskan pemerintah tidak mengakui seluruh kegiatan PSSI, termasuk hasil KLB di Surabaya yang memilih kepengurusan periode 2015-2019. KOMPAS / AGUS SUSANTOPintu gerbang Kantor PSSI di Senayan, Jakarta, disegel oleh massa dari Pecinta Sepakbola Indonesia, Minggu (19/4/2015). Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menjatuhkan sanksi administratif kepada PSSI yang isinya memutuskan pemerintah tidak mengakui seluruh kegiatan PSSI, termasuk hasil KLB di Surabaya yang memilih kepengurusan periode 2015-2019.
|
EditorAloysius Gonsaga AE

JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang meminta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, mengkaji pencabutan surat pembekuan PSSI mendapatkan sambutan positif dari pelaku sepak bola, tak terkecuali Dedi Kusnandar.

Hal tersebut merupakan keputusan dari pertemuan antara Jokowi, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Imam, dan Ketua Tim Ad Hoc Agum Gumelar di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (24/2/2016).

"Iyah saya mendengar ada kabar pencabutan pembekuan. Hal tersebut sangat menyenangkan karena ini yang diharapkan semua pihak," kata Dedi Kusnandar kepada KOMPAS.com, Kamis (25/2/2016) siang.

Kompas TV Sanksi PSSI akan Dicabut?
Menpora membekukan PSSI sejak 17 April 2015. Menpora mengambil langkah tersebut lantaran "kenakalan" PSSI sendiri yang tetap memasukkan Persebaya Surabaya dan Arema Cronus dalam 18 kontestan Indonesia Super League 2015.

Efek dari pembekuan PSSI membuat kompetisi ISL terhenti pada awal musim. Untuk mengisi kekosongan kompetisi, pemerintah menggelar turnamen Piala Presiden dan Piala Jenderal Sudirman.

Dedi Kusnandar tampil dalam kedua turnamen tersebut dengan mengenakan seragam Persib Bandung. Namun, setelah tampil di Piala Jenderal Sudirman, Dedi  memilih hijrah ke Malaysia dengan memperkuat Sabah FA.

Dedi memilih merantau lantaran tak jelas kapan digelarnya kompetisi di Indonesia. "Saya setahun berada di sini. Terlepas apakah nanti balik lagi ke Indonesia, saya senang mendengar pencabutan pembekuan," tuturnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Semoga dengan keputusan ini sepak bola kita lebih baik dan enggak ada pertikaian lagi. Semua rindu kompetisi dan tim nasional termasuk saya pribadi," sambungnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antonio Conte Rela Pinggirkan 'Harga Diri' Demi Latih Man United

Antonio Conte Rela Pinggirkan "Harga Diri" Demi Latih Man United

Liga Inggris
Ronaldo dan Messi Melempem, Kompak Bikin Catatan Terburuk

Ronaldo dan Messi Melempem, Kompak Bikin Catatan Terburuk

Liga Lain
Strategi dan Taktik Bulu Tangkis Sektor Tunggal Maupun Ganda

Strategi dan Taktik Bulu Tangkis Sektor Tunggal Maupun Ganda

Sports
PSIS Vs Persib, Berharap Duet Castillion-Wander Luiz Kembali Bertaji

PSIS Vs Persib, Berharap Duet Castillion-Wander Luiz Kembali Bertaji

Liga Indonesia
J99XAR Drift School Beri Sekolah Drifting Gratis

J99XAR Drift School Beri Sekolah Drifting Gratis

Sports
Prediksi Timnas U23 Indonesia Vs Australia, Potensi Gol Bagus Kahfi di Tengah Laga Berat

Prediksi Timnas U23 Indonesia Vs Australia, Potensi Gol Bagus Kahfi di Tengah Laga Berat

Liga Indonesia
Siapakah Pemimpin dalam Pertandingan Sepak Bola?

Siapakah Pemimpin dalam Pertandingan Sepak Bola?

Sports
Catat 5 Kemenangan Beruntun, Dewa United Dilarang Puas!

Catat 5 Kemenangan Beruntun, Dewa United Dilarang Puas!

Liga Indonesia
Solskjaer Bukan Kelas Man United, Setan Merah Harus Punya Pelatih Terbaik Dunia

Solskjaer Bukan Kelas Man United, Setan Merah Harus Punya Pelatih Terbaik Dunia

Liga Inggris
Persija Vs Persebaya, Tiga fakta Menarik duel Klasik

Persija Vs Persebaya, Tiga fakta Menarik duel Klasik

Liga Indonesia
5 Pelatih yang Berpotensi Gantikan Solskjaer, Conte Mengencang ke Man United

5 Pelatih yang Berpotensi Gantikan Solskjaer, Conte Mengencang ke Man United

Liga Inggris
Jadwal Liga 1 Hari Ini: PSIS Vs Persib, Persija Vs Persebaya

Jadwal Liga 1 Hari Ini: PSIS Vs Persib, Persija Vs Persebaya

Liga Indonesia
PSIS Vs Persib, Wallace Costa Takkan Biarkan Wander Luiz Cetak Gol Lagi

PSIS Vs Persib, Wallace Costa Takkan Biarkan Wander Luiz Cetak Gol Lagi

Liga Indonesia
Prediksi Rossi soal Masa Depan Quartararo Usai Juara Dunia MotoGP 2021

Prediksi Rossi soal Masa Depan Quartararo Usai Juara Dunia MotoGP 2021

Motogp
Timnas U23 Vs Australia - Berharap Tuah Shin Tae-yong, Indonesia Bisa Menang 2 Gol!

Timnas U23 Vs Australia - Berharap Tuah Shin Tae-yong, Indonesia Bisa Menang 2 Gol!

Liga Indonesia
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.