Kompas.com - 08/12/2014, 04:40 WIB
Salah satu ekspresi pelatih Inter Milan Roberto Mancini, ketika menyaksikan anak-anak didiknya melakoni laga Serie-A melawan AS Roma, di Olimpico, Roma, 30 November 2014. AFP PHOTO / TIZIANA FABISalah satu ekspresi pelatih Inter Milan Roberto Mancini, ketika menyaksikan anak-anak didiknya melakoni laga Serie-A melawan AS Roma, di Olimpico, Roma, 30 November 2014.
EditorTjatur Wiharyo
MILAN, KOMPAS.com - Inter Milan menyerah 1-2 kepada Udinese, pada pertandingan Serie-A, di markas mereka, Giuseppe Meazza, Minggu (7/12/2014). Ini adalah kegagalan menang kelima Inter dalam lima laga terakhir di Serie-A.

Inter unggul lebih dulu melalui Mauro Icardi pada menit ke-44. Memanfaatkan umpan Freddy Guarin, Icardi menembakkan bola dari sudut sempit di sektor kanan pertahanan Udinese ke sudut kanan bawah gawang, dengan tendangan kaki kiri.

Pada menit ke-60, Bruno Fernandes mengubah angka di papan skor menjadi 1-1. Dengan kaki kanan, ia menembakkan bola kiriman Thomas Heurtaux dari luar kotak penalti ke sudut kanan bawah gawang.

Udinese akhirnya membalik keadaan melalui Cyril Thereau pada menit ke-71. Memanfaatkan bola yang lepas dari penguasaan Rodrigo Palacio, Thereau mengecoh Handanovic dan meloloskan bola ke sudut kanan bawah gawang dengan tendangan kaki kiri dari sisi kanan di dalam kotak penalti tuan rumah.

Inter mendominasi pertandingan. Mereka menekan dari berbagai sisi lapangan dan melepaskan sejumlah tembakan. Namun, penyelesaian akhir Inter kurang terukur, sehingga kiper Orestis Karnezis nyaris tak mengalami masalah, kecuali ketika menghadapi tembakan Icardi pada menit ke-44.

Udinese tampak lebih agresif pada babak kedua. Meski masih kalah dalam penguasaan bola, mereka mampu memanfaatkan setiap kesempatan menguasai bola untuk melancarkan serangan yang berakhir dengan tembakan.

Sebelum gol Bruno, misalnya, Udinese menciptakan lima peluang beruntun melalui Antonio Di Natale, Danilo, dan Emmanuel Badu. Namun, hanya tembakan Di Natale pada menit ke-58, yang mengarah tepat sasaran.

Inter berusaha bangkit setelah gol Bruno. Pelatih Roberto Mancini bahkan memasukkan Pablo Daniel Osvaldo untuk menyegarkan kekuatan lini depannya. Namun, Udinese mampu mematahkan serangan-serangan Inter dan beberapa kali melepaskan tembakan-tembakan berbahaya dam akhirnya membalik keadaan melalui Thereau pada menit ke-71.

Inter mencoba meningkatkan intensitas serangan. Namun, Udinese bereaksi cepat memperbaiki koordinasi pertahanan. Hasilnya, setelah tembakan Mateo Kovacic yang terblok pada menit ke-75, Inter tak menciptakan peluang berarti hingga peluit berbunyi panjang.

Menurut catatan Lega Serie-A, sepanjang pertandingan Inter melepaskan tiga tembakan titis dari 15 usaha, dengan penguasaan bola 62 persen. Adapun Udinese melepaskan enam tembakan akurat dari 15 percobaan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.