Kompas.com - 10/07/2014, 13:01 WIB
Pelatih Argentina, Alejandro Sabella, mengusap kepala anak didiknya, Lionel Messi, saat berakhirnya babak tambahan semifinal Piala Dunia melawan Belanda, di Arena Corinthians, Sao Paulo, Rabu (9/7/2014). CHRISTOPHE SIMON / AFPPelatih Argentina, Alejandro Sabella, mengusap kepala anak didiknya, Lionel Messi, saat berakhirnya babak tambahan semifinal Piala Dunia melawan Belanda, di Arena Corinthians, Sao Paulo, Rabu (9/7/2014).
|
EditorTjatur Wiharyo
SAO PAULO, KOMPAS.com - Tim nasional Jerman memiliki waktu sehari lebih lama dari Argentina untuk memulihkan dan menyiapkan diri menghadapi final Piala Dunia. Meski begitu, Argentina siap memberikan segalanya pertempuran terakhir mereka di Brasil.

Final Piala Dunia antara Jerman dan Argentina akan digelar di Estadio do Maracana, pada 13 Juli 2014. Jerman masuk final setelah menang 7-1 atas Brasil, 8 Juli 2014, sementara Argentina masuk final setelah menang adu penalti atas Belanda, 9 Juli 2014.

"Beberapa pemain kami sakit, kelelahan. Kami masih punya satu pertandingan, dengan masa persiapan satu hari lebih pendek dan melawan tim seperti Jerman. Namun, dengan kerja keras, kerendahan hati, dan keseriusan, kami akan melakukan yang bisa kami lakukan untuk sampai ke puncak," ujar pelatih Argentina, Alejandro Sabella.

Sabella juga mengaku kagum kepada Der Panzer. Menurut Sabella, Jermana dalah tim yang kuat secara fisik, taktik, mental, dan memiliki pemain-pemain yang memiliki gaya bermain seperti pemain Amerika Latin.

"Sepanjang sejarah mereka, Jerman selalu menunjukkan kekuatan fisik, taktik, dan mental, dan selalu memiliki pemain-pemain yang dalam beberapa hal memiliki sentuhan Amerika Latin," ujar Sabella.

"Pertandingan melawan Jerman akan sangat sulit dan saya ingatkan fakta bahwa mereka tak pernah memainkan babak tambahan dan kami telah memainkan dua babak tambahan. Kami juga melakoni laga semifinal sehari setelah Jerman. Jerman selalu sulit diatasi."

"Kita akan lihat apakah ini masalah kecil atau bukan, yaitu fakta bahwa kami bermain setelah Jerman dan Jerman memastikan hasil pertandingan dalam 45 menit, jadi mereka bisa menurunkan tensi pada babak kedua, sementara kami bekerja keras dan berjuang hingga tetes keringat terakhir untuk masuk final," tutur Sabella.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X