Kompas.com - 06/08/2013, 08:36 WIB
Bomber Barcelona, Neymar da Silva (tengah) bersama Nike Footware Product Director, Aik Leong Lim (kanan), saat jumpa pers peluncuran Hypervenom di Siam Center, Bangkok, Thailand, Selasa (6/8/2013). Kompas.com / Ary WibowoBomber Barcelona, Neymar da Silva (tengah) bersama Nike Footware Product Director, Aik Leong Lim (kanan), saat jumpa pers peluncuran Hypervenom di Siam Center, Bangkok, Thailand, Selasa (6/8/2013).
Penulis Ary Wibowo
|
EditorAry Wibowo
BANGKOK, KOMPAS.com — Sepak bola tak melulu urusan adu strategi dalam lapangan. Pada era sepak bola modern, permainan sepak bola ibarat medan perang yang harus juga ditunjang dengan perlengkapan memadai sebagai senjata pemain untuk mengalahkan lawan-lawannya di setiap pertandingan.

Gavin Mortimer dalam karyanya berjudul A History of Football in 100 Objects memasukkan sepatu sebagai salah satu faktor kesuksesan pemain sepak bola. Bahkan, ia mengakui, sepatu sepak bola saat ini hampir tidak dikenali lagi dari yang dipakai para pemain sepak bola pada 150 tahun lalu.

Pada 1863, Federasi Sepak Bola Inggris (FA) awalnya mengeluarkan 13 peraturan dalam sepak bola, termasuk mengenai penggunaan sepatu. Peraturan nomor 13 itu berbunyi, "Tidak satu pun yang mengenakan sepatu dengan paku, lempengan besi, atau getah perca di bagian sol sepatunya diperbolehkan untuk bermain."

Alhasil, peraturan tersebut membuat sejumlah produsen sepatu sepak bola di Inggris berlomba membuat sepatu dengan desain yang memadai. Produksi sepatu yang awalnya usaha berskala rumah tangga pun bertransformasi menjadi industri skala besar di tengah-tengah perkembangan sepak bola modern di Inggris.

Seiring perkembangan teknologi, sepatu sepak bola kemudian didesain khusus sedemikian rupa yang menjadikannya ringan dan nyaman bagi para pesepak bola di seluruh dunia. Pada era 1960-an, bintang seperti George Best, Johan Cruyff, dan Pele merupakan ikon dari industri sepatu sepak bola yang lambat laun menjadi bisnis besar.

Lihat saja bagaimana salah satu produsen perlengkapan olahraga, Nike, membayar nilai kontrak sebesar 5 juta pounds per tahun kepada bintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo, untuk mengenakan sepatu buatannya. Namun, dalam memililh ikon produknya, produsen juga tidak sembarang karena harus terus berinovasi dengan mendengarkan sejumlah saran dari pemain yang bersangkutan.

Bagi para produsen sepatu sepak bola, beragam jenis sepatu beserta teknologinya dipercaya dapat mencerminkan jati diri setiap pemain. Dengan sepatu yang didesain khusus, para pemain bisa memaksimalkan kemampuannya dengan penyesuaian ukuran kaki untuk membentuk kriteria dan kelebihan sepatu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada Mercurial Vapor IX terbaru milik Ronaldo, misalnya, Nike mendesain agar sepatu lebih bertekstur untuk menambah gesekan dan rasa mantap saat menyentuh bola agar meminimalisasi tingkat kelicinan. Bagi pemain depan dengan karakter cepat seperti CR7, tentunya, satu kasus terpeleset saja bisa menentukan hasil pertandingan karena sering kali terjadi pada momen peluang emas mencetak gol.

Hypervenom
Teranyar, Nike merilis Hypervenom, yang juga diilhami dari masukan pemain-pemain bintang dunia, salah satunya, bomber muda Barcelona, Neymar da Silva. Ia mengaku ingin memiliki sepatu yang bisa membantunya meningkatkan ketangkasan dan memberikan ruang untuk menembak bola ke jala gawang lawan.

"Aku memang memberi masukan untuk desain sepatu baru ini. Hasilnya, Hypervenom  punya desain bagus, teknologi hebat, dan sangat nyaman. Aku bangga menjadi bagian dari keluarga Nike dan senang bisa ditunjuk sebagai ikon Hypervenom," ujar Neymar dalam peluncuran Nike Hypervenom di Bangkok, Thailand, yang juga dihadiri Kompas.com, Selasa (6/8/2013).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.