PSSI Intimidasi Irfan

Kompas.com - 31/12/2010, 04:45 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Posisi penyerang tim nasional, Irfan Bachdim, terjepit setelah PSSI mengancam akan mencoret para pemain yang terlibat dalam Liga Primer Indonesia dari timnas. Masa depan Irfan di timnas mengambang karena dia masih terikat kontrak dengan Persema Malang.

Saat ini, ada tiga klub yang mengundurkan diri dari Liga Super Indonesia (LSI) dan pindah ke Liga Primer Indonesia (LPI), yaitu Persema Malang, Persibo Bojonegoro, dan PSM Makassar. Surat pengunduran diri ketiga klub itu dari kompetisi LSI sudah diterima oleh PT Liga Indonesia pada 24 Desember 2010.

Sekretaris Jenderal PSSI Nugraha Besoes, Kamis (30/12), menilai, pemain yang ikut klub LPI tidak bisa masuk timnas. PSSI menilai, LPI adalah kompetisi yang tidak dikenal dan tidak diakui keberadaannya.

”Jika Irfan mau tetap membela timnas Indonesia, dia harus ikut kompetisi yang diakui oleh PSSI, yaitu Liga Super Indonesia,” ujar Nugraha.

Manajer timnas, Andi Darussalam Tabussala mengaku, telah memberitahu 22 pemain timnas Piala Suzuki AFF 2010 bahwa pemain yang ikut LPI harus keluar dari timnas.

”Saya sudah memberitahukan sikap manajemen terhadap kompetisi yang tidak dikenal itu (LPI). Seluruh 22 pemain (timnas) sudah tahu itu. Siapa yang ikut bergabung dengan klub peserta LPI, mereka tidak akan bisa membela timnas,” tegas Andi.

Namun, PSSI masih memberikan kesempatan bagi pemain dari ketiga klub itu untuk ikut kompetisi yang diakui oleh PSSI. PT Liga Indonesia sebagai pengelola LSI akan menyediakan pengacara untuk menyelesaikan sengketa kontrak antara klub dan pemain yang tidak ingin bermain di LPI, dan membantu mencarikan klub baru.

”Semua pemain yang ingin keluar dari klub peserta LPI akan kita bantu dengan pengacara,” ujar Direktur PT Liga Indonesia Joko Driyono.

Joko menilai, bantuan hukum itu sebagai wujud tanggung jawab PT Liga untuk melindungi pemain. Dalam kontrak antara klub dan pemain disepakati pemain hanya bermain di kompetisi LSI.

Intimidasi

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.