Salin Artikel

Andriy Shevchenko dan Aroma AC Milan di Bangku Cadangan Timnas Ukraina

Dimulai dari fase kualifikasi, Ukraina melampaui ekspetasi publik karena berhasil finis di puncak klasemen Grup B.

Timnas Ukraina berada di tempat teratas Grup B Kualifikasi Euro 2020 dengan mengalahkan perolehan Portugal yang menjadi runner-up.

Melaju ke putaran final Euro 2020, timnas Ukraina berhasil terus melaju setidaknya sampai delapan besar sementara ini.

Namun, perjalanan tim asal Eropa Timur itu tidak berjalan mulus. Ukraina hanya mampu menang sekali dan telah menelan dua kali kekalahan di Grup C.

Perolehan tiga poin membuat mereka hanya menempati peringkat ketiga di Grup C di bawah timnas Belanda dan Austria.

Akan tetapi, timnas Ukraina memenuhi syarat untuk melaju ke fase knockout lewat jalur peringkat tiga terbaik.

Mendapat tiket ke babak 16 besar tak disia-siakan oleh Ukraina. Mereka kemudian dapat meraih hasil positif dengan menang 2-1 atas Swedia.

Kemenangan tersebut tidak diraih dengan mudah. Pasalnya, gol kemenangan Ukraina baru hadir pada masa injury time babak tambahan waktu kedua.

Adapun pahlawan kemenangan timnas Ukraina adalah sang striker Artem Dovbyk (120+1').

Terlepas dari jalan terjal yang ditempuh kedelapan besar, apresiasi tetap patut diberikan kepada tim peringkat ke-24 FIFA ini.

Mereka berhasil melaju ke perempat final dengan minim pemain bintang.

Hanya Oleksandr Zinchenko (Manchester City) dan Andriy Yarmolenko (West Ham United) yang kemungkinan banyak dikenal publik.

Pencapaian timnas Ukraina di Euro 2020 sejauh ini tentu tak terlepas dari polesan dingin sang pelatih Andriy Shevchenko.

Resmi menjabat sebagai juru taktik timnas Ukraina pada 2016, eks pemain AC Milan itu membuat Zinchenko dkk menjadi tim yang berbeda.

Shevchenko menjadi pelatih pertama yang membawa negaranya ke fase knockout Euro, sejak Ukraina kali pertama debut di Piala Eropa 2012 sebagai tuan rumah.

Bukan pria berusia 44 tahun itu saja yang berjasa mengubah timnas Ukraina, para staf pelatih pun demikian.

Uniknya, aroma AC Milan begitu kental di bangku cadangan timnas Ukraina.

Selain Shevchenko yang pernah berseragam AC Milan pada medio 1999-2006, dua staf pelatih timnas Ukraina juga pernah menjadi bagian I Rossoneri.

Mereka adalah Mauro Tassotti yang menjadi asisten Shevchenko, lalu Andrea Maldera sebagai analis taktik timnas Ukraina.

Sama seperti Shevchenko, Mauro Tassotti juga merupakan mantan pemain AC Milan. Namun, dia berseragam I Rossoneri pada era yang berbeda, yakni 1980-1998.

Sementara, Andrea Maldera pernah menjabat sebagai analis taktik AC Milan dalam rentang 2009-2015.

Kemudian, Maldera menjadi video analis I Rossoneri dari 2015 sampai 2016, dan melanjutkan kariernya di timnas Ukraina.

"Sebagai analis taktik di tingkat internasional, lebih banyak perhatian difokuskan pada individu daripada tim secara umum," kata Maldera soal analis taktik di level timnas pada 2019.

"Namun, di level internasional, Anda mungkin akan menghadapi tim yang tidak bermain selama beberapa bulan, membuat banyak data dari pertandingan sebelumnya menjadi usang."

"Karena nilai statistiknya jauh berbeda, analisis dan juga pendekatan terhadap analisis video berubah secara menyeluruh."

Timnas Ukraina akan berupaya kembali meraih hasil positif saat melawan Inggris di Stadion Olimpico, Roma, dalam laga 8 besar Euro 2020, Minggu (4/7/2021) pukul 02.00 WIB.

https://bola.kompas.com/read/2021/07/03/17595848/andriy-shevchenko-dan-aroma-ac-milan-di-bangku-cadangan-timnas-ukraina

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.