Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bus Arema Diserang, Keselamatan dan Keamanan Harus Dimaknai dan Dijalankan

Kompas.com - 27/01/2023, 16:40 WIB
Ferril Dennys

Penulis


KOMPAS.com - Asosiasi Pesepak bola Profesional Indonesia (APPI) menyayangkan insiden penyerangan bus yang ditumpangi Arema FC.

Insiden tersebut terjadi seusai Arema FC bertanding melawan PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (26/1/2023).

Serangan yang dilakukan oknum tidak dikenal tersebut membuat kepanikan luar biasa di dalam bus Arema.

Baca juga: Borneo FC Datangkan Adam Alis dari Arema FC

Akibat serengan tersebut, bus mengalami kerusakan pada bagian kaca kiri.

Tampak serpihan kaca berserakan di atas kursi penumpang dan lantai bus.

Tim kemudian memutuskan tetap menggunakan bus yang sama demi segera meninggalkan area stadion.

Kejadian tersebut mendapatkan sorotan dari APPI. Mereka menilai insiden tersebut adalah tindakan anarkis yang mencedera semangat sportivitas olahraga.

"Kondisi sepak Indonesia memang sedang tidak baik-baik saja. Namun, semua pihak perlu bertindak secara bijak dalam merespons dan bekerja mencari solusi bersama-sama. Bukan justru menambah masalah yang sudah ada," tulis APPI dalam pernyataannya.

"Keselamatan dan keamanan dalam sepak bola yang selalu dikumandangkan dalam 3 bulan tentunya harusnya dimaknai dan dijalankan secara bersama-sama oleh semua stakeholder sepak bola Indonesia," lanjut APPI.

Selain bus mengalami rusak, asisten pelatih Arema FC, menjadi salah satu korban luka.

Akibat insiden tersebut, ia mengalami luka robek pada pada bagian lututnya. Dia harus mendapatkan delapan jahitan dan suntikan tetanus karena lukanya dalam dan serius.

Kendati demikian Kuncoro bersyukur bisa selamat tanpa luka yang lebih serius.

"Pertama-tama saya bersyukur kepada Allah, alhamdulillah, meskipun mendapatkan luka diserang seperti ini," ujarnya pada rekaman suara yang didapatkan Kompas.com.

"Kronologisnya kita keluar dari stadion itu dilempar batu suporter segitu banyaknya. Pak polisi tanggap segera kami dibawa keluar dari stadion. Jadi enggak tetap di sana," jelas dia.

"Sudah pelan itu jalannya, kaca sudah mulai pecah sejak keluar stadion. Di Jalan pun kita masih dikejar mungkin ada 20 sepeda motor sampai daerah Klaten. Di jalan juga kami dilempari," tambahnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com