Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Peringatan Ronaldo untuk PSG: Sepak Bola Bukan Hitungan Matematika!

Kompas.com - 07/09/2021, 18:20 WIB
M. Hafidz Imaduddin,
Ferril Dennys

Tim Redaksi

Sumber Marca

KOMPAS.com - Legenda sepak bola Brasil, Ronaldo Nazario de Lima, memperingatkan Paris Saint-Germian bahwa skuad mewah tidak bisa menjamin gelar juara.

Peringatan itu disampaikan Ronaldo ketika mendapatkan pertanyaan soal peluang PSG menjuarai Liga Champions setelah mendatangkan banyak bintang musim ini.

Pada bursa transfer musim panas lalu, PSG membuat kejutan setelah berhasil mendatangkan mantan kapten Barcelona, Lionel Messi.

Sebelum meresmikan Lionel Messi, PSG terlebih dahulu mengumumkan kedatangan empat bintang lainnya, yakni Achraf Hakimi, Georginio Wijnaldum, Sergio Ramos, dan juga Gianluigi Donnarumma.

Baca juga: Tinggalkan AC Milan untuk Jadi Cadangan di PSG, Donnarumma Dibela Buffon

Dari lima bintang itu, PSG hanya mengeluarkan uang sebesar 60 juta euro atau sekitar Rp 1,04 triliun untuk menebus Hakimi dari Inter Milan.

Adapun Messi, Sergio Ramos, Wijnaldum, dan Donnarumma, merapat ke PSG dengan status bebas transfer alias gratis.

Lima pemain di atas akan melengkapi skuad PSG yang sebelumnya sudah dipenuhi banyak bintang seperti Marco Verratti, Angel Di Maria, Mauro Icardi, Kylian Mbappe, hingga Neymar Jr.

Dengan skuad saat ini, PSG asuhan Mauricio Pochettino kerap disebut sebagai kandidat terkuat juara Liga Champions.

Hal itu juga diamini oleh Ronaldo Nazario. Namun, Ronaldo Nazario secara tidak langsung meminta PSG untuk tetap waspada.

Sebab, Ronaldo menilai sepak bola tidak seperti hitungan matematika yang pasti.

Baca juga: Kata Aguero soal Debut Messi di PSG: Dia seperti Kehilangan Kendali...

Ronaldo memperingatkan PSG bahwa skuad bertabur bintang tidak bisa menjamin datangnya gelar juara apalagi di kompetisi sebesar Liga Champions.

Pendapat itu diungkapkan Ronaldo dengan menceritakan pengalaman pribadinya ketika membela Real Madrid pada periode 2002-2007.

Selama lima tahun membela Real Madrid, Ronaldo bermain bersama banyak bintang seperti Iker Casillas, Roberto Carlos, Sergio Ramos, Zinedine Zidane, Luis Figo, Michael Owen, Raul Gonzalez, hingga David Beckham.

Skuad mewah Real Madrid saat itu langsung mendapat julukan Los Galacticos atau secara garis besar bermakna tim impian.

Meski bertabur bintang, pencapaian terbaik Real Madrid di Liga Champions pada periode 2002-2007 hanyalah menjadi semifinalis.

Halaman:
Sumber Marca
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Permintaan Maaf Mourinho yang Terkuak oleh Kisah Schweinsteiger

Permintaan Maaf Mourinho yang Terkuak oleh Kisah Schweinsteiger

Liga Inggris
Jadwal Liga Spanyol, El Clasico Real Madrid Vs Barcelona

Jadwal Liga Spanyol, El Clasico Real Madrid Vs Barcelona

Liga Spanyol
Saat Legenda Timnas Indonesia 'Angkat Topi' untuk Ernando Ari...

Saat Legenda Timnas Indonesia "Angkat Topi" untuk Ernando Ari...

Timnas Indonesia
Klopp Pulang Tanpa Keajaiban, Liverpool Terbentur Hati 'Sang Dewi'

Klopp Pulang Tanpa Keajaiban, Liverpool Terbentur Hati "Sang Dewi"

Liga Lain
Piala Asia U23 2024, Syarat Timnas U23 Indonesia Lolos ke Perempat Final

Piala Asia U23 2024, Syarat Timnas U23 Indonesia Lolos ke Perempat Final

Timnas Indonesia
Rapuhnya Pertahanan Arema FC...

Rapuhnya Pertahanan Arema FC...

Liga Indonesia
Persib Vs Persebaya, Bek Maung Waspada meski Bajul Ijo Tanpa Top Skor

Persib Vs Persebaya, Bek Maung Waspada meski Bajul Ijo Tanpa Top Skor

Liga Indonesia
Pesan STY yang Picu Hasil Bersejarah Timnas Indonesia di Piala Asia U23

Pesan STY yang Picu Hasil Bersejarah Timnas Indonesia di Piala Asia U23

Timnas Indonesia
Xabi Alonso Ucap 'Roma, Roma, Roma', De Rossi Cium Aroma Balas Dendam

Xabi Alonso Ucap "Roma, Roma, Roma", De Rossi Cium Aroma Balas Dendam

Liga Lain
Timnas Indonesia Bekuk Australia, Asa ke Olimpiade 2024 Terjaga

Timnas Indonesia Bekuk Australia, Asa ke Olimpiade 2024 Terjaga

Timnas Indonesia
Milan Dilibas 10 Pemain Roma, Langsung 'Disidang' Ultras di Olimpico

Milan Dilibas 10 Pemain Roma, Langsung "Disidang" Ultras di Olimpico

Liga Lain
Persib Vs Persebaya, Saat Bojan Hodak Rasakan Tekanan Berbeda...

Persib Vs Persebaya, Saat Bojan Hodak Rasakan Tekanan Berbeda...

Liga Indonesia
5 Fakta Menarik Indonesia Bekuk Australia, Mental dan Ernando Pembeda

5 Fakta Menarik Indonesia Bekuk Australia, Mental dan Ernando Pembeda

Timnas Indonesia
Cara Bertahan Timnas U23 Indonesia yang Perpanjang Kebuntuan Australia

Cara Bertahan Timnas U23 Indonesia yang Perpanjang Kebuntuan Australia

Timnas Indonesia
Indonesia Vs Australia: Komang Teguh Ubah Ketegangan Jadi Kelegaan

Indonesia Vs Australia: Komang Teguh Ubah Ketegangan Jadi Kelegaan

Timnas Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com