Kompas.com - 31/08/2021, 13:32 WIB
|

KOMPAS.com - Kompetisi kasta teratas Liga JepangJ1 League, pada musim 2021-2022 ini diwarnai dengan beberapa pemain yang bergabung dari klub Eropa. 

Terdapat beberapa pemain, yang sebelumnya berkiprah di klub Eropa, memutuskan untuk merasakan persaingan sengit di Meiji Yasuda J1 League.

Mereka ada yang berasal dari Liga Perancis, Liga Jerman, hingga Liga Denmark.

Terkait itu, bursa transfer musim panas di J1 League pun telah ditutup pada 11 Agustus 2021 lalu dengan menghadirkan beberapa kejutan.

Setidaknya, ada sembilan nama pemain yang dipinang klub-klub Liga Jepang berasal dari liga top Eropa.

Baca juga: 6 Pemilik Rekor dalam Sejarah J1 League, Ada Legenda Brasil

Beberapa di antaranya adalah pemain timnas Jepang yang kembali dari petualangan di Eropa, selain juga beberapa pemain Eropa yang menjajal J1 League.

Siapa saja mereka? Simak dalam daftar berikut ini:

Hiroki Sakai kembali ke Liga Jepang J1 League setelah delapan musim di Eropa, membela Hannover 96 di Liga Jerman dan Marseille di Liga Perancis.Dok. J1 League Hiroki Sakai kembali ke Liga Jepang J1 League setelah delapan musim di Eropa, membela Hannover 96 di Liga Jerman dan Marseille di Liga Perancis.

1. Hiroki Sakai (Marseille) - Urawa Red Diamonds

Hiroki Sakai kembali ke Liga Jepang setelah delapan musim di Eropa dengan membela Hannover 96 di Liga Jerman dan Marseille di Liga Perancis.

Sakai bergabung ke Urawa Red Diamonds, tidak kembali ke klub yang membesarkan namanya, Kashiwa Reysol.

Ia sempat bermain untuk timnas Jepang pada Olimpiade Tokyo 2020 terlebih dahulu sebelum kini sudah menjalani debutnya bersama Urawa Reds.

2. Alexander Scholz (FC Midtjylland) - Urawa Red Diamonds

Selain Sakai, Urawa Reds juga mendatangkan pemain lain dari Eropa guna menambal lini belakang: Alexander Scholz.

Scholz dibeli dari tim Liga Denmark, FC Midtjylland. Pemain berusia 28 tahun itu pernah membela timnas junior Denmark, meski belum pernah bermain di timnas senior.

Dia kini sudah menjalani debutnya dan bahu-membahu dengan Sakai di lini belakang untuk membawa Urawa Reds menusuk ke papan atas klasemen.

Setelah menjalani banyak peminjaman, ia bermain untuk St Pauli di Liga Jerman mulai 2015 lalu.
Kini Miyaichi untuk kali pertama akan menjajal kompetisi negara kelahirannya bersama Yokohama F Marinos.Dok. J1 League Setelah menjalani banyak peminjaman, ia bermain untuk St Pauli di Liga Jerman mulai 2015 lalu. Kini Miyaichi untuk kali pertama akan menjajal kompetisi negara kelahirannya bersama Yokohama F Marinos.

3. Ryo Miyaichi (St Pauli) - Yokohama F Marinos

Ryo Miyaichi memulai karier profesionalnya di Arsenal tahun 2011 seusai penampilannya saat trial memukau Arsene Wenger.

Setelah menjalani banyak peminjaman, dia bermain untuk St Pauli di Liga Jerman mulai 2015 lalu. Kini, Miyaichi untuk kali pertama akan menjajal kompetisi negara kelahirannya bersama Yokohama F Marinos.

4. Svend Brodersen (St Pauli) - Yokohama FC

Selain Miyaichi, St Pauli juga melepas kiper mereka, Svend Brodersen, ke J1 League, kali ini ke klub Yokohama FC.

Brodersen sudah lama masuk ke Jepang. Dia menjadi bagian dari timnas U-24 Jerman yang berlaga pada Olimpiade Tokyo 2020. Dia kini menjadi kiper utama Yokohama FC dalam upaya menyelamatkan diri dari jurang degradasi.

Baca juga: Aturan J League yang Bisa Jadi Pintu Masuk Pemain Indonesia ke Liga Jepang

5. Benjamin Kololli (FC Zurich) - Shimizu S-Pulse

Shimizu S-Pulse memboyong Benjami Kololli dari FC Zurich, pemain 29 tahun yang berposisi sebagai sayap kiri. Meski malang melintang di Liga Swiss, Kololli adalah pemain timnas Kosovo, bermain 23 kali dan mencetak empat gol.

Kololli kini sudah menjalani debutnya di Meiji Yasuda J1 League bersama Shimizu S-Pulse.

6. Jakub Swierczok (Piast Gliwice) - Nagoya Grampus

Salah satu nama terbesar dari Eropa musim panas ini. Dia masuk dalam skuad timnas Polandia yang berlaga pada Piala Eropa 2020.

Nagoya Grampus membeli pemain berusia 28 tahun itu secara permanen dari klub Liga Polandia, Piast Gliwice.

Pada Euro 2020, bersaing dengan Robert Lewandowski, ia baru bermain di laga ketiga Grup E saat kontra Swedia. Dia berlaga 29 menit, meski gagal mencetak gol.

Sebelum di Piast Gliwice, Swierczok sempat melanglang Eropa dengan membela klub-klub seperti Kaiserslautern hingga Ludogorets Razgard.

7. Yoshinori Muto (Newcastle United) - Vissel Kobe

Kehilangan Kyogo Furuhashi yang hijrah ke Celtic FC, Vissel Kobe menjadikan Yoshinori Muto sebagai pengganti di lini depan.

Striker timnas Jepang berusia 29 tahun itu dilepas klubnya asal Liga Inggris, Newcastle United, meski aslinya masih memiliki kontrak satu musim lagi.

Muto pindah ke Eropa pada 2015 dari F.C.Tokyo, bergabung ke Mainz 05 di Bundesliga, sebelum hijrah ke Newcastle United tiga tahun berselang. Musim lalu, Muto dipinjamkan ke Eibar di Liga Spanyol.

Baca juga: Thomas Vermaelen dan Representasi Tunggal Liga Jepang di Euro 2020

8. Yuya Osako (Werder Bremen) - Vissel Kobe

Satu nama anyar lain di lini depan Vissel Kobe. Yuya Osako diboyong dari Werder Bremen.
Penyerang timnas Jepang ini meninggalkan Kashima Antlers menuju Eropa pada 2014, bergabung ke 1860 Munich, sebelum bergabung ke FC Koln dan Bremen.

Osako sudah tampil 49 kali di timnas Jepang, mencetak 23 gol. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan Yoshinori Muto yang tampil 29 kali dan mencetak tiga gol bagi Samurai Biru.

9. Mushaga Bakenga (Odds BK) - Tokushima Vortis

Mushaga Bakenga diboyong dari Liga Norwegia, tepatnya klub Odd. Klub promosi Tokushima Vortis menjadikan Bakenga sebagai kekuatan anyar agar bisa menghindari zona degradasi sampai akhir musim.

Sebelumnya, Bakenga pernah membela Club Brugge, Molde, Rosenborg, hingga Tromso. Bakenga juga sudah tampil di timnas Norwegia junior dari U15 sampai U23 meski belum pernah menjalani laga resmi di timnas senior.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.