Deschamps Selamat tetapi Dua Orang Dipecat Federasi Perancis karena Kegagalan di Euro 2020

Kompas.com - 01/07/2021, 17:14 WIB
MUENCHEN, JERMAN - Dalam foto yang disediakan oleh UEFA ini, Didier Deschamps, pelatih Perancis, berbicara kepada jurnalis pada sesi konferensi pers jelang laga Grup F Euro 2020 antara Perancis vs Jerman di Fussball Arena Muenchen, 14 Juni 2021. ©UEFAMUENCHEN, JERMAN - Dalam foto yang disediakan oleh UEFA ini, Didier Deschamps, pelatih Perancis, berbicara kepada jurnalis pada sesi konferensi pers jelang laga Grup F Euro 2020 antara Perancis vs Jerman di Fussball Arena Muenchen, 14 Juni 2021.

KOMPAS.com - Federasi sepak bola Perancis (FFF) menemukan dua tumbal pertama dari kegagalan Les Bleus di Euro 2020. Namun, nama Didier Deschamps bukan salah satu dari duo tersebut.

Presiden FFF, Noel Le Graet, secara wajar terganggu dengan hasil yang diraih sang juara dunia.

Timnas Perancis tumbang saat menghadapi Swiss di babak 16 besar dalam drama adu penalti walau Paul Pogba cs sempat memimpin 3-1 di waktu normal.

"Saya sangat terkejut dan kecewa dengan hasil yang tidak sesuai ekspektasi saya atau pun semua orang ini," tuturnya kepada Le Figaro.

Baca juga: Timnas Perancis Gagal di Euro 2020, Didier Deschamps Mundur?

FFF dan Didier Deschamps dilaporkan masih berdiskusi intens mengenai masa depan sang pelatih.

Di saat diskusi tersebut berlangsung, FFF telah mencoret dua orang dari staff kepelatihan Deschamps.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Nama pertama adalah dokter tim Franck Le Gall.

Le Gall dituding telah menjadi target FFF setelah sempat ada kasus false positive Covid-19 yang menimpa kiper Steve Mandanda dan membahayakan kamp latihan pada September lalu.

Dokter asal klub Olympique Marseille itu menjadi sasaran direktur jenderal FFF, Florence Hardouin.

Baca juga: Perancis Gugur di Euro 2020, Keluarga Pemain Cekcok di Stadion

Sementara, satu sosok lagi adalah pelatih fisik Cyril Moine.

Metoda sang pelatih dianggap tidak disukai oleh mayoritas pemain dan bahkan dituding tidak cocok dengan kerangka tim nasional.

Ia dinilai gagal meningkatkan kondisi pasukan Didier Deschamps ke level terbaik mereka.

Para juga pemain dilaporkan tak suka dengan cara sang pelatih meminta mereka latihan inverval di bawah terik matahari.

Didier Deschamps menyisakan satu tahun lagi kotrak sebagai juru taktik Perancis.

Artinya, Piala Dunia 2022 berpotensi menjadi turnamen terakhir Deschamps apabila kontrak pelatih 52 tahun itu tak diperpanjang bersama timnas Perancis.

Adapun Didier Deschamps telah menjadi pelatih timnas Perancis sejak 2012.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.