Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Alasan Persib Cenderung Datangkan Pemain Asing Pendatang Baru

Kompas.com - 10/06/2021, 18:50 WIB
Kontributor Bola, Septian Nugraha,
Eris Eka Jaya

Tim Redaksi

BANDUNG, KOMPAS.com - Proses pencarian pemain asing Asia yang dilakukan Persib Bandung masih berlangsung.

Klub berjulukan Maung Bandung itu sejatinya sudah punya incaran dan telah berkomunikasi secara intensif dengan sang pemain.

Akan tetapi, Persib belum mau mengumumkan sosok pemain incarannya karena sejauh ini baru menjalin kesepakatan secara verbal.

Selain itu, pemain tersebut pun baru akan tiba di Bandung pada pertengahan Juni 2021 seusai membela negaranya di Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia.

Baca juga: Pelatih Persib Soroti Kehadiran Klub Liga 2 di Piala Walikota Solo

Meski belum ada pengumuman soal sosok pemain asing Asia anyar Persib, sudah hampir bisa dipastikan pemain yang akan datang itu berstatus sebagai pendatang baru di sepak bola Indonesia.

Sebelumnya, Persib juga sempat mendatangkan Farshad Noor untuk mengisi posisi pemain asing Asia Persib. Farshad juga berstatus sebagai pendatang baru di sepak bola Indonesia.

Akan tetapi, kiprah Farshad bersama Persib tidak berlangsung lama. Dia terdepak setelah Piala Menpora 2021 karena gaya bermainnya yang tidak sesuai dengan kebutuhan tim.

Pelatih Persib Robert Rene Alberts pun mengungkapkan alasan dirinya condong mencari pemain asing Asia yang belum pernah bermain di Indonesia.

Hal tersebut disebabkan Persib mencari pemain asing dengan peran spesifik.

Artinya, bila fokus mencari pemain asing Asia yang sudah bermain di Indonesia, pilihannya cenderung terbatas.

Baca juga: Wander Luiz Pulih dari Cedera, Pelatih Persib Belum Tenang

Bila diperhatikan, sejak ditangani oleh Alberts, Persib cenderung mencari dan mendatangkan pemain asing yang berstatus sebagai pendatang baru di sepak bola Indonesia.

Tercatat ada enam pemain asing yang didatangkan Persib sejak ditangani Alberts; Nick Kuipers, Omid Nazari, Kevin van Kippersluis, Wander Luiz, Geoffrey Castillion, dan Farshad Noor.

Keenam pemain tersebut berstatus pendatang baru di sepak bola Indonesia.

"Ya itu sangat sederhana, pemain yang kami butuhkan itu punya peran spesifik. Ada banyak pemain bagus di sana dan banyak pemain yang menjalin komunikasi, tetapi mereka tidak masuk dengan peran yang dibutuhkan," kata Alberts kepada wartawan, Kamis (10/6/2021).

"Sebelumnya, saya diberi tahu siapa yang bisa mengisi peran itu (Omid Nazari), Farshad, tetapi melihat di turnamen, dia bukan pemain sepertinya yang kami cari," ujar pelatih 66 tahun itu.

"Dia pemain yang bagus, tetapi bukan yang Persib Bandung butuhkan dalam posisi yang spesifik tersebut," kata dia.

Lebih lanjut, Alberts mengatakan, mencari pemain asing bukanlah hal yang mudah, terutama di sepak bola Indonesia yang belum terbiasa dengan budaya transfer.

Dalam proses pencarian pemain, terutama asing, klub di Indonesia cenderung mencari pemain berstatus bebas transfer.

Mencari pemain yang sesuai dengan kebutuhan permainan tim dan dengan status bebas transfer bukanlah perkara mudah.

"Di sini, kami belum bisa keluar mencari pemain dan membelinya, tetapi mencari pemain yang free transfer, sedangkan kami harus mencari pemain yang spesifik dibutuhkan di posisi tersebut dan sesuai dengan filosofi maupun budaya di sini," kata Alberts.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Saat Rekor Penalti Pemain Guinea Ternoda dalam Laga Vs Timnas U23 Indonesia...

Saat Rekor Penalti Pemain Guinea Ternoda dalam Laga Vs Timnas U23 Indonesia...

Internasional
Guinea dan Ilaix Moriba Diserbu Komentar Rasis, Sepak Bola Seharusnya Mempersatukan

Guinea dan Ilaix Moriba Diserbu Komentar Rasis, Sepak Bola Seharusnya Mempersatukan

Timnas Indonesia
Guinea Masuk Grup 'Neraka' Olimpiade 2024, Pelatih Reuni dengan Henry

Guinea Masuk Grup "Neraka" Olimpiade 2024, Pelatih Reuni dengan Henry

Timnas Indonesia
Jadwal Timnas Indonesia Usai Garuda Muda Jalani Playoff Olimpiade 2024

Jadwal Timnas Indonesia Usai Garuda Muda Jalani Playoff Olimpiade 2024

Timnas Indonesia
Pelatih Guinea Tiga Kali Ucap 'Sulit' Usai Lawan Timnas U23 Indonesia

Pelatih Guinea Tiga Kali Ucap "Sulit" Usai Lawan Timnas U23 Indonesia

Timnas Indonesia
Bola Emas Diego Maradona di Piala Dunia 1986 Akan Dilelang

Bola Emas Diego Maradona di Piala Dunia 1986 Akan Dilelang

Internasional
Semifinal Championship Series Ingatkan Bos Persib ke Tahun 2014

Semifinal Championship Series Ingatkan Bos Persib ke Tahun 2014

Liga Indonesia
Guinea Kalahkan Indonesia dan Lolos Olimpiade, Ulangi Sejarah 56 Tahun

Guinea Kalahkan Indonesia dan Lolos Olimpiade, Ulangi Sejarah 56 Tahun

Internasional
Proliga 2024, Bandung bjb Tandamata Serukan Bangkit Usai Takluk

Proliga 2024, Bandung bjb Tandamata Serukan Bangkit Usai Takluk

Liga Indonesia
Bayer Leverkusen ke Final Liga Europa: 49 Laga Tak Terkalahkan, Rekor Baru di Eropa

Bayer Leverkusen ke Final Liga Europa: 49 Laga Tak Terkalahkan, Rekor Baru di Eropa

Liga Lain
Kepala Witan Sulaeman Dijahit Usai Lawan Guinea

Kepala Witan Sulaeman Dijahit Usai Lawan Guinea

Timnas Indonesia
Erick Thohir Bidik Indonesia Tampil di Olimpiade Los Angeles 2028

Erick Thohir Bidik Indonesia Tampil di Olimpiade Los Angeles 2028

Timnas Indonesia
Jangan Pernah Menangis, Coach Shin Tae-yong

Jangan Pernah Menangis, Coach Shin Tae-yong

Liga Indonesia
Jadwal MotoGP Perancis 2024, Tekad Sang Juara Dunia Taklukan Le Mans

Jadwal MotoGP Perancis 2024, Tekad Sang Juara Dunia Taklukan Le Mans

Motogp
Erick Thohir Apresiasi Perjuangan Indonesia, Skuad Garuda Punya Generasi Emas

Erick Thohir Apresiasi Perjuangan Indonesia, Skuad Garuda Punya Generasi Emas

Timnas Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com