Kompas.com - 30/05/2021, 04:44 WIB
N'golo Kante (tengah) ketika mengangkat trofi Liga Champions seusai laga final yang mepertemukan Man City vs Chelsea di Estadio Do Dragao, Sabtu (29/5/2021) atau Minggu dini hari WIB. AFP/ DAVID RAMOSN'golo Kante (tengah) ketika mengangkat trofi Liga Champions seusai laga final yang mepertemukan Man City vs Chelsea di Estadio Do Dragao, Sabtu (29/5/2021) atau Minggu dini hari WIB.

KOMPAS.com - Gelandang Chelsea N'golo Kante dinobatkan UEFA menjadi pemain terbaik atau man of the match laga final Liga Champions Manchester City vs Chelsea.

Laga final Liga Champions Man City vs Chelsea dihelat di Estadio do Dragao pada Sabtu (29/5/2021) atau Minggu dini hari WIB.

Chelsea berhak mengangkat trofi juara Liga Champions seusai mengalahkan Man City dengan skor tipis 1-0.

Gol penentu kemenangan Chelsea atas Man City dicetak oleh Kai Havertz pada menit ke-43.

Salah satu kunci keberhasilan Chelsea mengalahkan Man City pada final Liga Champions musim ini adalah penampilan solid N'Golo Kante di lini tengah.

UEFA secara khusus menyoroti keberhasilan Kante mematikan pergerakan kapten Man City, Kevin De Bruyne, sejak babak pertama hingga pertengahan babak kedua,

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kante memberi pengaruh besar di lini tengah terutama melalui pergerakan tanpa bola," kata pengamat teknis UEFA, John Peacock dan N'Golo Kante.

"Kante juga membentuk kemitraan yang sangat baik dengan Jorginho," ujar John Peacock menambahkan.

Baca juga: Manchester City Vs Chelsea - The Blues Juara Liga Champions 2021!

Dilihat dari data statistik, penampilan Kante terutama ketika bertahan memang sangat solid.

Dikutip dari situs WhoScored, Kante tercatat melakukan tiga tekel suksess, dua intersep, dan dua sapuan atau clearances.

Kante juga berhasil memenangi total tujuh duel area melawan pemain Man City dengan rincian lima saat bertahan dan dua lainnya ketika Chelsea menyerang.

Ketika Chelsea menyerang, Kante tercatat melepaskan satu umpan kunci.

Adapun persentase akurasi umpan Kante menyentuh 85 persen dengan rincian 29 akurat dari total 34 umpan.

Ini adalah kali ketiga Kante dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan Liga Champions musim ini.

Baca juga: Deja Vu, Chelsea Juara Liga Champions Ulangi Cerita 2012

Dua gelar pemain terbaik sebelumnya didapatkan Kante pada babak semifinal pertama dan kedua melawan Real Madrid.

Dikutip dari situs UEFA, Kante kini menjadi pemain asal Perancis ketiga yang dinobatkan sebagai man of the match final Liga Champions pada era 2000-an.

Kante mengikuti jejak Kingsley Coman yang menjadi man of the match final Liga Champions musim lalu sesuai mengantar Bayern Muenchen mengalahkan Paris Saint-Germain 1-0.

Adapun pemain asal Perancis pertama pada era 2000-an yang dinobatkan menjadi man of the match final Liga Champions adalah Zinedine Zidane.

Zidane dinobatkan menajdi man of the match final Liga Champions 2002 seusai mencetak gol penentu kemenangan 2-1 Real Madrid atas Bayer Leverkusen.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X